PANGANDARAN – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025 yang dimulai serentak hari ini, Senin (17/11/2025). Operasi yang digelar di wilayah hukum Polda Jabar ini akan lebih mengedepankan pendekatan humanis melalui tindakan preemtif dan preventif.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakapolres Pangandaran, KOMPOL Usep Supiyan S.H., M.M., saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Lapangan Merdeka. Ia memaparkan bahwa bobot operasi kali ini adalah 40% untuk kegiatan preemtif (edukasi), 40% untuk kegiatan preventif (pencegahan), dan hanya 20% untuk represif (penindakan).
Bahkan, dari alokasi 20% tindakan represif, operasi ini akan memaksimalkan penggunaan tilang elektronik. “Untuk represif, penggunaan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) sebesar 95% dan manual hanya 5%,” ungkap Kompol Usep dalam amanatnya.
Strategi ini diambil untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap tata tertib berlalu lintas secara lebih simpatik. Sesuai dengan tema operasi, yakni mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang Ops Lilin Lodaya 2025.
Kepada seluruh personel yang terlibat, Wakapolres berpesan khusus agar menghindari tindakan kontraproduktif dan sikap arogan. “Laksanakan kegiatan edukasi tentang tertib berlalu lintas. Hindari tindakan yang kontra produktif serta sikap arogan sehingga kehadiran Polantas dapat dirasakan oleh masyarakat,” pesannya.










