Pangandaran – Polsek Pangandaran, Polres Pangandaran, bersama Kelompok Tani Panca Mulya 5 dan BPPK Kecamatan Pangandaran, melaksanakan kegiatan pendampingan penanaman jagung hibrida di lahan Perhutani Dusun Bantarkalong RT 01 RW 14, Desa Sidomulyo, pada Senin (08/12/2025) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan yang didukung penuh oleh Polri.
Kegiatan pendampingan dihadiri oleh Sekretaris Desa Sidomulyo, BPPK Kecamatan Pangandaran, Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo, anggota Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sidomulyo, serta seluruh anggota kelompok tani Panca Mulya 5 yang berjumlah 20 orang. Lahan yang ditanami memiliki luas 2.100 meter persegi atau sekitar 0,21 hektare dengan koordinat 7.641897°S 108.631195°E.
Dalam kegiatan tersebut, para petani menanam bibit jagung hibrida jenis A3 sebanyak 2 kilogram. Penanaman dilakukan dengan pendampingan langsung oleh Bhabinkamtibmas dan PPL untuk memastikan teknik tanam, jarak tanam, serta pemupukan dilakukan secara optimal. Jenis pupuk yang digunakan meliputi pupuk organik Gersik, Urea, dan NPK dengan jumlah dan jadwal pemupukan disesuaikan hingga masa panen yang diperkirakan pada 25 Maret 2026.
Brigadir Panji Eka, SH selaku Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo, menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga membangun sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat. “Pendampingan seperti ini penting agar para petani bisa menanam dengan baik, mendapatkan hasil optimal, serta merasa didukung penuh oleh aparat kepolisian dan pemerintah setempat,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kerja sama dengan kelompok tani dan instansi terkait. Selain meningkatkan produksi pangan, kehadiran anggota Polsek di lapangan juga membangun hubungan yang erat dengan warga dan menumbuhkan rasa aman di lingkungan Desa Sidomulyo.
Dengan luas lahan yang terbatas namun dikelola secara profesional, diharapkan panen jagung hibrida ini dapat menjadi contoh keberhasilan program ketahanan pangan yang dapat direplikasi di desa-desa lain di wilayah Pangandaran. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lahan pertanian terpantau aman, tertib, dan lancar.
















