PANGANDARAN – Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat terus diperkuat melalui aksi nyata di sektor pertanian. Pada Jumat (30/01) pagi, Polsek Parigi bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati melaksanakan penanaman perdana jagung hibrida di Blok Sarakan, Dusun Sidahurip, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri langsung oleh Plt. Kapolsek Parigi Ipda Hendrawan, S.H., anggota BPP Kecamatan Parigi, Pemerintah Desa Cintakarya, serta mahasiswa KKN dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Optimalkan Lahan Desa
Penanaman dilakukan di atas lahan milik desa seluas 0,21 hektar. Menggunakan bibit unggul jenis Asia Gold bantuan dari Dinas Pertanian, lahan ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 1 ton jagung saat masa panen yang diperkirakan jatuh pada 30 April 2026 mendatang.
Ketua KWT Melati, Sdri. Rumsah, memimpin langsung anggotanya dalam proses tanam ini dengan dukungan pupuk organik cair dan petroganik yang dikelola secara swadaya.
Wujud Kerja Nyata Polri
Plt. Kapolsek Parigi, Ipda Hendrawan, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini bukan sekadar pendampingan, melainkan bentuk dukungan penuh terhadap program strategis nasional terkait ketahanan pangan.
“Ini adalah kerja nyata kepolisian untuk memberikan pelayanan dan keamanan kepada masyarakat. Kami berharap dengan optimalnya program ketahanan pangan ini, stabilitas ekonomi dan keamanan di tingkat desa dapat terus terjaga dengan baik,” ujar Ipda Hendrawan.
Selain penanaman, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi terkait kebutuhan alat mesin pertanian (Alsintan). Saat ini, kelompok tani setempat diketahui masih membutuhkan bantuan cultivator untuk mengoptimalkan pengolahan lahan di masa depan.
















