Example floating
Example floating
Example 728x250
Sosial dan UmumSPKT

Modus Undangan Pernikahan Lewat Link, Data Dicuri

130
×

Modus Undangan Pernikahan Lewat Link, Data Dicuri

Sebarkan artikel ini

Di tengah gencarnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, undangan pernikahan digital kini menjadi tren yang lumrah. Banyak pasangan memilih untuk membagikan undangan melalui link yang bisa diakses langsung dari ponsel. Sayangnya, tren ini juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan modus penipuan terbaru yang sangat berbahaya: mencuri data pribadi melalui tautan undangan palsu.

Modus ini dimulai dengan pesan WhatsApp atau SMS yang tampak seperti undangan pernikahan resmi. Di dalam pesan tersebut, pelaku menyapa korban dengan nama, menyertakan kata-kata yang terdengar akrab, dan memberikan link yang diklaim sebagai tautan menuju undangan digital lengkap, bahkan disertai dengan tampilan preview dan kata-kata “Klik di sini untuk lihat lokasi & daftar tamu”. Tampilan ini sangat meyakinkan, hingga membuat siapa pun mudah percaya dan mengkliknya.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Setelah diklik, korban diarahkan ke halaman palsu yang menyerupai situs resmi penyedia undangan digital. Tanpa sadar, korban diminta memberikan sejumlah izin akses seperti nama lengkap, nomor ponsel, email, hingga izin membaca kontak di perangkat. Beberapa bahkan meminta korban untuk login menggunakan akun Google atau Facebook, yang sebenarnya merupakan pintu masuk bagi pelaku untuk mencuri data penting.

Dalam beberapa detik, data pribadi korban berhasil diambil. Dari sini, pelaku bisa menjual data tersebut ke pasar gelap, menyebarkannya untuk keperluan promosi ilegal, atau bahkan menggunakannya untuk menyamar sebagai korban dalam aksi penipuan berikutnya. Ini adalah bentuk pencurian identitas digital yang bisa berdampak jangka panjang dan sangat merugikan.

Ada juga versi undangan palsu yang menyisipkan malware dalam bentuk aplikasi mini berbasis APK. Begitu diunduh, aplikasi tersebut bisa merekam aktivitas korban, mengambil informasi sensitif seperti OTP dari SMS, hingga merekam ketukan keyboard untuk mencuri kata sandi atau PIN. Dampaknya bukan hanya pencurian data, tetapi juga bisa menjurus pada pembobolan rekening, akun media sosial, bahkan dompet digital.

Penipuan ini sangat berbahaya karena menyerang dengan pendekatan yang sangat personal dan emosional. Undangan pernikahan adalah sesuatu yang biasa dan dianggap aman. Maka tak heran jika banyak orang tertipu karena tidak menyangka bahwa link yang tampak “romantis” bisa menjadi jalan masuk peretas untuk merusak sistem keamanan pribadi mereka.

Agar tidak menjadi korban, masyarakat harus semakin waspada terhadap segala bentuk link yang dikirim dari nomor tidak dikenal. Jangan asal klik tautan, meskipun isi pesannya terlihat sopan dan meyakinkan. Pastikan pengirimnya adalah orang yang benar-benar dikenal, dan jangan pernah memberikan akses perangkat ke situs atau aplikasi yang tidak resmi.

Jika merasa telah mengklik link mencurigakan, segera lakukan langkah mitigasi: hapus aplikasi mencurigakan, ganti semua kata sandi penting, dan aktifkan autentikasi dua langkah untuk akun-akun utama. Laporkan juga nomor pengirim ke pihak berwenang atau platform layanan terkait agar pelaku bisa segera diblokir.

Undangan pernikahan seharusnya menjadi pembawa kabar bahagia, bukan jebakan penipuan yang merugikan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kewaspadaan digital, tidak tergesa-gesa dalam membuka link, dan selalu mengecek ulang setiap informasi yang diterima, meski terlihat biasa.

Di zaman digital seperti sekarang, menjaga privasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Sekali data Anda jatuh ke tangan yang salah, dampaknya bisa sangat besar dan tak mudah diperbaiki. Jangan sampai undangan fiktif menjadi awal dari kerugian nyata.

Example 468x60

Komentar