Pangandaran, 31 Mei 2025 – Media maya menjadi tempat yang rentan bagi pengguna internet untuk menjadi korban scam AI. Pelaku scam AI menggunakan teknologi artificial intelligence untuk menciptakan identitas palsu dan mengelabui korban. Oleh karena itu, penting bagi pengguna internet untuk waspada dan berhati-hati ketika berinteraksi di media maya.
Pelaku scam AI dapat menggunakan berbagai cara untuk mengelabui korban, seperti dengan mengirimkan pesan phishing atau membuat akun palsu di media sosial. Mereka juga dapat menggunakan teknologi deepfake untuk membuat video atau audio palsu yang terlihat dan terdengar seperti asli. Oleh karena itu, penting bagi pengguna internet untuk memverifikasi identitas seseorang sebelum melakukan transaksi atau memberikan informasi pribadi.
Untuk menghindari menjadi korban scam AI, pengguna internet dapat melakukan beberapa hal, seperti memverifikasi identitas seseorang sebelum melakukan transaksi, tidak memberikan informasi pribadi kepada orang yang tidak dikenal, dan menggunakan perangkat lunak keamanan yang terbaru. Dengan melakukan tindakan pencegahan, pengguna internet dapat mengurangi risiko menjadi korban scam AI.
Pengguna internet juga dapat melaporkan akun palsu atau aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib atau penyedia layanan media sosial. Dengan demikian, pengguna internet dapat membantu mencegah penyebaran scam AI dan membuat media maya menjadi tempat yang lebih aman.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran akan potensi scam AI, pengguna internet dapat merasa lebih aman dan nyaman ketika berinteraksi di media maya. Oleh karena itu, penting bagi pengguna internet untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan potensi ancaman keamanan di media maya.
















