Kejahatan dengan modus berpura-pura meminta tolong kini semakin marak terjadi di berbagai daerah. Pelaku memanfaatkan kepedulian dan empati masyarakat untuk melancarkan aksinya, mulai dari penipuan hingga pencurian dan perampokan.
Dalam banyak kasus, pelaku berpura-pura mengalami kecelakaan, kehabisan bensin, kehilangan dompet, atau butuh pinjaman darurat. Setelah korban bersedia membantu, pelaku mulai melakukan aksinya, seperti mengambil barang berharga, mencuri kendaraan, atau bahkan menyekap korban.
Kejahatan dengan modus ini sering terjadi di tempat sepi, malam hari, atau saat korban sendirian. Beberapa pelaku juga menggunakan anak-anak atau wanita sebagai umpan agar terlihat meyakinkan dan tidak dicurigai.
Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mudah percaya pada orang asing yang tiba-tiba meminta pertolongan, apalagi jika melibatkan permintaan masuk ke rumah, meminjam kendaraan, atau meminta transfer uang. Jika menemui situasi mencurigakan, sebaiknya bantu dengan cara aman, misalnya menghubungi petugas keamanan atau pihak berwenang.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan tidak gegabah dalam menanggapi permintaan bantuan yang tidak jelas, masyarakat dapat terhindar dari kejahatan yang memanfaatkan kebaikan hati sebagai celah.
















