PANGANDARAN – Kepedulian Polri kembali terlihat dalam kisah seorang anak yatim berprestasi di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Berawal dari kejadian sederhana, seorang pelajar bernama Siti Aulia Marlina (16) kini resmi diangkat menjadi anak angkat Polres Pangandaran dan akan dibiayai pendidikannya hingga lulus sekolah.
Peristiwa tersebut bermula pada Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, BRIPKA Zera Janwara, Kanit Reskrim Polsek Cijulang, melihat seorang anak perempuan berjalan kaki bersama pengasuhnya melintas di depan Polsek Cijulang. Anak tersebut diketahui hanya ingin melihat Jembatan Sodongkopo yang baru dibangun.
Merasa peduli, BRIPKA Zera Janwara kemudian menyapa dan berbincang dengan mereka. Dari percakapan tersebut terungkap bahwa anak tersebut adalah Siti Aulia Marlina, seorang anak yatim yang sejak bayi ditinggal ayahnya dan tidak diasuh oleh ibu kandungnya. Sejak usia satu bulan, Siti dirawat oleh keluarga sederhana di Dusun Haurseah, Desa Cijulang.
Siti diketahui bersekolah di SMK Pasundan Cijulang dan setiap hari berjalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer untuk berangkat sekolah. Meski hidup dalam keterbatasan dan sering tanpa uang jajan, Siti dikenal sebagai siswa berprestasi dan saat ini menempati peringkat pertama di kelas X.
Melihat kondisi tersebut, BRIPKA Zera Janwara bersama anggota Reskrim Polsek Cijulang melakukan kunjungan ke rumah kontrakan tempat Siti tinggal pada Kamis, 15 Januari 2026. Dari hasil kunjungan, diketahui bahwa kondisi ekonomi keluarga Siti sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius.
Keesokan harinya, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari turun langsung dan mendalami laporan tersebut. Berdasarkan fakta yang ada, Kapolres Pangandaran kemudian memutuskan untuk mengangkat Siti Aulia Marlina sebagai anak angkat Polres Pangandaran, serta menjamin pembiayaan pendidikannya hingga lulus sekolah.
Keputusan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan masa depan yang lebih baik.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa tugas polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya, karena dari kepedulian sederhana dapat lahir perubahan besar bagi masa depan anak bangsa.
















