Example floating
Example floating
Example 1600x495
BeritaHumasKriminalitasSosial dan Umum

Waspada Modus Kenalan Baru, Pelaku Mengaku Pegawai BUMN hingga Bekerja di Luar Negeri

0
×

Waspada Modus Kenalan Baru, Pelaku Mengaku Pegawai BUMN hingga Bekerja di Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Waspada Modus Kenalan Baru, Pelaku Mengaku Pegawai BUMN hingga Bekerja di Luar Negeri
Waspada Modus Kenalan Baru, Pelaku Mengaku Pegawai BUMN hingga Bekerja di Luar Negeri

PANGANDARAN – Masyarakat Kabupaten Pangandaran diimbau mewaspadai modus penipuan yang diawali dengan perkenalan melalui media sosial maupun aplikasi pesan. Pelaku biasanya membangun komunikasi dan kepercayaan korban sebelum akhirnya meminta bantuan berupa transfer uang.

Dalam modus tersebut, pelaku dapat memperkenalkan diri sebagai seseorang yang bekerja di perusahaan ternama, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kementerian, maupun mengaku sedang bekerja di luar negeri. Identitas dan pekerjaan yang disebutkan digunakan untuk meyakinkan korban bahwa pelaku merupakan orang yang dapat dipercaya.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Setelah komunikasi terjalin, pelaku kemudian mulai menceritakan persoalan pribadi atau pekerjaan. Salah satu modus yang digunakan yakni mengaku sedang mengurus cuti, mengalami kendala administrasi pekerjaan, atau harus menyelesaikan kewajiban tertentu karena khawatir dikenakan denda oleh perusahaan.

Pelaku kemudian meminta korban membantu mentransfer sejumlah uang dengan alasan kebutuhan tersebut harus segera diselesaikan. Situasi dibuat seolah-olah mendesak agar korban tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pengecekan.

Modus tersebut memanfaatkan rasa percaya dan kepedulian korban. Terlebih, korban baru mengenal pelaku sehingga informasi mengenai pekerjaan, identitas maupun kondisi yang diceritakan sebenarnya belum tentu dapat dipastikan kebenarannya.

Polres Pangandaran mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal di media sosial, terlebih jika mulai meminta bantuan uang atau meminta korban melakukan transfer dengan alasan apa pun.

Masyarakat diminta tidak menjadikan profesi atau tempat kerja yang disebutkan pelaku sebagai jaminan bahwa identitasnya benar. Pengakuan sebagai pegawai BUMN, kementerian, perusahaan besar maupun pekerja di luar negeri dapat saja digunakan sebagai bagian dari upaya pelaku membangun kepercayaan.

Sebelum memberikan bantuan, warga disarankan melakukan verifikasi identitas secara menyeluruh dan tidak terburu-buru mengirimkan uang. Jika permintaan tersebut disertai alasan mendesak, ancaman denda, atau tekanan agar segera melakukan transfer, masyarakat diminta semakin waspada.

Polres Pangandaran juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan data pribadi, informasi perbankan, kode OTP maupun melakukan transfer kepada orang yang belum benar-benar dikenal dan diverifikasi.

Kepolisian mengajak masyarakat untuk tidak mudah terbujuk oleh cerita, jabatan maupun pekerjaan yang diklaim seseorang. Kenali, verifikasi, dan pastikan kebenarannya sebelum memberikan bantuan. Jangan sampai kepercayaan yang baru dibangun justru dimanfaatkan untuk melakukan penipuan.

Example 1800x450

Komentar

Jangan Asal Klik Tautan, Polres Pangandaran Ingatkan Bahaya Penipuan Phishing
Berita

Kepolisian Resor Pangandaran mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengklik tautan yang diterima melalui pesan singkat, WhatsApp, email maupun media sosial

Kecelakaan Tiga Kendaraan di Cijulang Pangandaran, Satu Orang Meninggal Dunia
Berita

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun petugas dari sejumlah saksi di lokasi, kecelakaan bermula saat Mitsubishi Light Truck yang melaju dari arah Parigi menuju Cijulang diduga kehilangan kendali ketika melintasi lokasi kejadian.

Kegiatan pelatihan kepemimpinan strategis tersebut berada di bawah pengawasan langsung Tim Pengawas Kelompok Latihan (Poklat) 19 yang dipimpin oleh Brigjen Pol. Jimmy Agustinus Anes, S.I.K.
Berita

Kegiatan pelatihan kepemimpinan strategis tersebut berada di bawah pengawasan langsung Tim Pengawas Kelompok Latihan (Poklat) 19 yang dipimpin oleh Brigjen Pol. Jimmy Agustinus Anes, S.I.K.