Pangandaran – Di tengah teriknya matahari Senin pagi, hamparan jagung hibrida setinggi dada orang dewasa menyambut kedatangan jajaran Polsek Sidamulih. Bukan untuk penegakan hukum, melainkan untuk memastikan keberhasilan program ketahanan pangan yang tengah digarap masyarakat Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 10.30 WIB itu dilaporkan langsung oleh Kapolres Pangandaran, **AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H.,** kepada Kapolda Jawa Barat. Lahan seluas **1 hektare** tersebut ditanami jagung sejak **13 September 2025** dan diprediksi siap panen pada **Januari 2026** dengan estimasi hasil mencapai **3 ton**.
Lahan yang terletak di koordinat **-7,6530650 ; 108,6110900** itu merupakan milik perseorangan atas nama **Husen Suryana**, namun pengelolaannya dipercayakan kepada **Bumdes Desa Pajaten**, dipimpin oleh **Agus Sopyan**, seorang tokoh muda desa yang aktif mendorong produktivitas pertanian.
Mereka memastikan kondisi tanaman, sistem irigasi, serta kesiapan lahan menjelang masa panen. Dari hasil monitoring, seluruh proses berjalan **aman, lancar, dan kondusif**, tanpa kendala berarti.
Kapolres Pangandaran menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam pengawasan program ketahanan pangan merupakan bentuk komitmen mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Polisi hadir bukan hanya sebagai pengayom keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam meningkatkan produktivitas desa,” ujar AKP Umun.
Bagi warga Pajaten, jagung bukan hanya komoditas—melainkan sumber harapan ekonomi. Dengan prediksi panen tiga ton, masyarakat optimistis peningkatan hasil ini dapat menggerakkan ekonomi desa dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Pangandaran.
















