Penipuan berkedok cashback besar-besaran menjadi salah satu modus yang cukup sering ditemui dalam dunia belanja online. Pelaku menggunakan iming-iming cashback atau pengembalian uang yang sangat besar untuk menarik korban agar melakukan transaksi melalui platform atau toko palsu.
Modus ini biasanya diawali dengan penawaran cashback hingga puluhan persen atau bahkan lebih dari harga barang. Tawaran yang terdengar terlalu bagus untuk dilewatkan ini tentu membuat banyak orang tergoda, apalagi jika promo tersebut dikemas dengan bahasa yang meyakinkan dan tampilan website yang profesional.
Pelaku penipuan akan meminta korban melakukan pembayaran di awal dan meyakinkan bahwa cashback akan dikembalikan setelah transaksi selesai. Namun, kenyataannya cashback yang dijanjikan tidak pernah cair, dan korban hanya kehilangan uang yang sudah dibayarkan.
Sering kali, website atau aplikasi yang digunakan penipu tampak resmi dan mudah dipercaya. Mereka juga menggunakan testimoni palsu dan review yang dibuat-buat agar calon korban yakin bahwa cashback besar itu benar-benar ada dan bisa didapatkan.
Selain kehilangan uang, korban juga berisiko mengalami pencurian data pribadi, terutama jika diminta untuk mengisi informasi sensitif seperti nomor kartu kredit, rekening bank, atau data pribadi lainnya. Data ini bisa disalahgunakan untuk kejahatan berikutnya.
Salah satu tanda bahaya dari modus ini adalah permintaan untuk segera melakukan pembayaran tanpa memberi waktu pertimbangan. Penipu biasanya menciptakan rasa urgensi agar korban tidak sempat melakukan pengecekan lebih dalam tentang tawaran cashback tersebut.
Untuk menghindari penipuan cashback palsu, selalu pastikan kamu bertransaksi di platform resmi dan terpercaya. Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang tidak masuk akal dan selalu baca syarat dan ketentuan promo dengan seksama.
Cek juga ulasan dan pengalaman pengguna lain sebelum melakukan transaksi. Jika ada banyak keluhan terkait cashback yang tidak cair atau sistem pembayaran yang mencurigakan, sebaiknya hindari toko atau aplikasi tersebut.
Jika kamu merasa pernah menjadi korban modus cashback palsu, segera hentikan semua komunikasi dengan penipu dan laporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib atau platform yang bersangkutan. Simpan semua bukti transaksi dan komunikasi sebagai dokumentasi.
Dengan semakin maraknya penipuan berkedok cashback, kewaspadaan dan edukasi menjadi kunci utama agar tidak terperangkap. Ingatlah selalu bahwa jika tawaran terasa terlalu bagus, bisa jadi itu adalah jebakan.
















