Franchise atau waralaba menjadi salah satu pilihan bisnis yang menarik karena sistemnya yang sudah terstruktur dan merek yang sudah dikenal. Namun, tawaran franchise murah juga sering dimanfaatkan oleh penipu untuk menjebak calon investor.
Modus penipuan ini biasanya diawali dengan penawaran paket franchise dengan harga sangat murah dibandingkan harga pasar. Penipu menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko yang jelas.
Setelah calon investor tertarik, pelaku biasanya meminta uang muka atau pembayaran penuh sebelum proses pengurusan franchise dilakukan. Namun, setelah pembayaran diterima, pelaku sering kali sulit dihubungi atau memberikan alasan berbelit-belit.
Ada juga kasus di mana dokumen franchise yang diberikan palsu atau tidak resmi. Hal ini membuat investor rugi karena tidak memiliki hak usaha yang sah dan bisnis tidak bisa berjalan sesuai harapan.
Penipu juga sering membuat brosur, website, atau kantor palsu agar terlihat meyakinkan dan profesional. Hal ini membuat calon investor semakin percaya dan tertarik untuk berinvestasi.
Untuk menghindari penipuan tawaran franchise murah, penting untuk melakukan riset mendalam tentang perusahaan franchise tersebut. Pastikan perusahaan tersebut terdaftar resmi dan memiliki reputasi baik di kalangan pebisnis.
Selalu minta dokumen resmi dan kontrak yang jelas sebelum melakukan pembayaran. Periksa legalitas dan keabsahan dokumen yang diberikan dengan instansi terkait.
Jangan mudah tergoda dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat. Bisnis franchise membutuhkan usaha dan waktu untuk berkembang, jadi waspadalah jika tawaran terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
Jika sudah menjadi korban, segera laporkan ke pihak berwenang dan simpan semua bukti transaksi serta komunikasi. Dengan laporan, kamu membantu mencegah orang lain menjadi korban penipuan yang sama.
Dengan kewaspadaan dan langkah yang tepat, kamu bisa memilih franchise yang aman dan berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang tanpa terjebak penipuan.
















