Layanan perbaikan elektronik sangat dibutuhkan oleh banyak orang, mulai dari handphone, laptop, hingga peralatan rumah tangga. Namun, tak jarang penipuan berkedok layanan teknisi elektronik palsu merugikan konsumen yang kurang waspada.
Modus penipuan ini biasanya diawali dengan tawaran jasa perbaikan elektronik dengan harga murah dan cepat selesai. Pelaku sering kali menghubungi calon korban melalui telepon, pesan singkat, atau media sosial.
Setelah teknisi palsu datang, mereka biasanya meminta uang muka atau biaya tambahan sebelum melakukan perbaikan. Bahkan, terkadang mereka mengambil barang elektronik korban tanpa izin yang jelas.
Penipu juga sering mengklaim kerusakan yang sebenarnya tidak ada, agar korban mau membayar biaya perbaikan yang mahal. Dalam beberapa kasus, barang elektronik yang sudah diperbaiki dengan biaya tinggi malah tetap rusak atau malah bertambah rusak.
Untuk menghindari penipuan ini, sebaiknya gunakan jasa teknisi yang sudah terpercaya dan memiliki alamat atau bengkel resmi. Cari referensi dan review dari pelanggan sebelumnya.
Jangan mudah tergiur dengan harga murah yang tidak masuk akal. Perbaikan elektronik memerlukan biaya dan waktu sesuai dengan kerusakan yang ada.
Selalu minta nota atau bukti pembayaran resmi setelah menggunakan jasa perbaikan. Dokumen ini penting sebagai bukti transaksi jika terjadi masalah.
Periksa juga garansi dari jasa perbaikan yang diberikan. Teknisi resmi biasanya memberikan jaminan jika kerusakan tidak diperbaiki dengan baik.
Jika kamu merasa menjadi korban teknisi palsu, segera laporkan ke pihak berwajib dan bagikan pengalamanmu agar orang lain tidak tertipu.
Dengan kewaspadaan dan memilih layanan yang terpercaya, kamu bisa menghindari kerugian akibat penipuan layanan teknisi elektronik palsu.
















