Example floating
Example floating
Example 1600x495
Sosial dan UmumSPKT

Job Admin Sosmed Ternyata Ujungnya Diminta Uang Training

327
×

Job Admin Sosmed Ternyata Ujungnya Diminta Uang Training

Sebarkan artikel ini

Di tengah maraknya peluang kerja digital, posisi sebagai admin media sosial menjadi salah satu yang paling sering ditawarkan. Banyak orang, terutama anak muda, tertarik pada pekerjaan ini karena dianggap fleksibel, bisa dilakukan dari rumah, dan terlihat menyenangkan. Namun, di balik tren ini, sejumlah pelaku penipuan memanfaatkan euforia tersebut untuk menjalankan modus penipuan berkedok lowongan kerja.

Penipuan ini biasanya bermula dari unggahan di media sosial atau platform lowongan kerja yang menawarkan posisi admin media sosial dengan iming-iming gaji menarik, jam kerja fleksibel, dan tidak memerlukan pengalaman. Target utamanya adalah pencari kerja pemula atau mereka yang sedang ingin beralih ke pekerjaan daring. Karena tampak realistis dan mudah dijangkau, banyak yang terpikat dan langsung menghubungi kontak yang tertera.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Saat korban menghubungi, pelaku akan merespons cepat dan menyatakan bahwa proses rekrutmen bisa dilakukan secara online. Tidak ada tes kemampuan atau wawancara resmi, hanya beberapa pertanyaan umum seputar waktu luang, akun media sosial yang dimiliki, dan sedikit mengenai minat terhadap pekerjaan tersebut. Korban akan merasa diperlakukan seperti pelamar sungguhan dan mulai percaya pada proses tersebut.

Tak lama kemudian, korban akan dinyatakan “diterima” dan langsung diberikan penjelasan bahwa sebelum mulai bekerja, ada sesi pelatihan singkat yang wajib diikuti. Pelaku menyebut pelatihan ini penting agar sistem kerja berjalan efisien, mengenalkan tools yang akan digunakan, atau sekadar pembekalan etika komunikasi dengan klien. Namun, pelatihan tersebut tidak gratis.

Pelaku meminta calon karyawan membayar sejumlah uang sebagai biaya training, dengan janji akan diganti setelah masa kerja dimulai atau dimasukkan dalam slip gaji pertama. Besarannya bisa bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Korban yang sudah terlanjur antusias dan merasa hampir bekerja, cenderung menuruti permintaan tersebut.

Setelah uang ditransfer, skenario penipuan mulai tampak. Pelatihan tidak pernah dimulai, informasi menjadi tidak jelas, atau bahkan pelaku langsung menghilang. Jika korban terus menagih kepastian, pelaku bisa saja menyalahkan sistem, menyuruh menunggu, atau malah memblokir akses komunikasi sepenuhnya. Pada akhirnya, korban kehilangan uang dan tak mendapatkan pekerjaan.

Yang membuat modus ini begitu berbahaya adalah kemasannya yang tampak profesional. Terkadang, pelaku membuat akun media sosial khusus yang menyerupai perusahaan atau agensi digital sungguhan. Mereka bahkan mengutip testimoni palsu dari “karyawan yang sukses”, lengkap dengan foto profil dan nama yang meyakinkan. Ini membuat banyak pencari kerja lengah dan mudah percaya.

Sebagai langkah pencegahan, penting untuk diingat bahwa perusahaan yang sah tidak akan meminta bayaran dalam bentuk apa pun untuk proses pelatihan, apalagi sebelum kontrak kerja ditandatangani secara resmi. Biaya pelatihan, jika pun ada, biasanya ditanggung perusahaan, bukan dibebankan kepada karyawan baru. Permintaan dana sebelum mulai kerja adalah sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan.

Calon pekerja juga perlu memeriksa reputasi perusahaan secara menyeluruh. Apakah perusahaan tersebut memiliki situs resmi? Apakah alamat email dan nomor kontaknya masuk akal? Apakah mereka memiliki kehadiran profesional di platform seperti LinkedIn? Jika banyak kejanggalan atau tidak ditemukan informasi kredibel, maka besar kemungkinan itu adalah penipuan.

Jangan ragu untuk bertanya pada komunitas atau forum pencari kerja mengenai reputasi lowongan tersebut. Semakin banyak referensi yang dikumpulkan, semakin kecil kemungkinan terjebak dalam modus yang merugikan. Dunia digital memang menawarkan banyak kesempatan, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku kejahatan untuk menyamar dan memanipulasi.

Dengan kewaspadaan dan literasi digital yang baik, pencari kerja bisa menghindari perangkap penipuan dan mendapatkan peluang yang benar-benar bermanfaat. Ingatlah bahwa pekerjaan yang baik tidak akan meminta bayaran dari pekerjanya—justru merekalah yang harus membayar atas kontribusi dan kemampuan Anda.

Example 1800x450

Komentar

Satresnarkoba Polres Pangandaran Ungkap Peredaran Pil Ekstasi Logo Superman di Wilayah Pangandaran
Berita

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pangandaran Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis pil ekstasi berlogo Superman di wilayah Kabupaten Pangandaran