Example floating
Example floating
Example 1600x495
Sosial dan UmumSPKT

Undangan Sharing Session Online Diminta Bayar Tanpa Sertifikat

327
×

Undangan Sharing Session Online Diminta Bayar Tanpa Sertifikat

Sebarkan artikel ini

Di era digital yang makin terhubung, sharing session atau sesi berbagi pengetahuan secara daring menjadi aktivitas yang sangat populer. Banyak orang tertarik mengikuti kegiatan ini karena topiknya menarik, narasumbernya inspiratif, dan seringkali disertai dengan sertifikat yang bisa digunakan untuk portofolio kerja atau pendidikan. Namun, tren ini juga menciptakan celah bagi penipuan, dengan modus baru: menawarkan sharing session berbayar tapi tak memberikan sertifikat maupun manfaat apa pun setelahnya.

Modus ini biasanya diawali dengan penyebaran undangan atau iklan acara yang tampak profesional. Pelaku membuat poster digital lengkap dengan logo organisasi, nama narasumber terkenal, topik yang relevan seperti “Strategi Sukses Bisnis Digital”, “Persiapan Karier di Era AI”, atau “Kiat Lolos Beasiswa Luar Negeri”. Poster disebar di media sosial, grup WhatsApp, bahkan di platform pendidikan.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Peserta yang tertarik diarahkan untuk mendaftar melalui Google Form atau situs sederhana. Setelah mengisi data diri, mereka diminta membayar biaya registrasi dengan alasan untuk operasional acara, akses Zoom premium, atau biaya sertifikat elektronik. Jumlahnya tidak terlalu besar—antara Rp25.000 hingga Rp100.000—sehingga dianggap wajar oleh banyak orang.

Setelah membayar, peserta mendapat konfirmasi melalui email atau chat. Namun, pada hari pelaksanaan, terjadi berbagai kejanggalan. Tautan Zoom tidak aktif, waktu acara berubah sepihak, atau acara dibatalkan mendadak dengan janji akan dijadwal ulang. Jika pun acara jadi berlangsung, acaranya sangat singkat, narasumber tidak profesional, atau sekadar monolog tanpa interaksi. Bahkan dalam banyak kasus, peserta tidak pernah menerima sertifikat yang dijanjikan.

Ketika peserta mencoba menghubungi panitia, mereka mendapat alasan yang berubah-ubah: sistem error, file belum selesai dibuat, atau akan dikirim belakangan. Namun waktu terus berjalan tanpa kejelasan. Panitia menghilang, kontak diblokir, dan semua akun media sosial penyelenggara menghilang begitu saja. Korban pun sadar bahwa mereka telah ditipu.

Penipuan semacam ini menyasar antusiasme masyarakat terhadap peningkatan kapasitas diri. Banyak orang, terutama pelajar dan fresh graduate, sangat ingin memperkaya CV mereka dengan sertifikat pelatihan atau kegiatan. Sayangnya, semangat ini dimanfaatkan oleh pelaku penipuan yang hanya ingin meraup uang dengan cara cepat.

Yang membuat skema ini semakin menyesatkan adalah tampilannya yang begitu meyakinkan. Pelaku bisa membuat desain poster yang profesional, mencatut nama tokoh terkenal, bahkan menggunakan akun palsu yang menyamar sebagai pembicara. Mereka juga bermain dengan tekanan waktu, seperti “kuota terbatas” atau “pendaftaran ditutup malam ini” agar korban buru-buru membayar.

Untuk menghindari jebakan ini, penting bagi siapa pun yang hendak mengikuti sharing session untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu. Cek apakah penyelenggara benar-benar dikenal, apakah narasumbernya pernah tampil di acara lain, dan apakah acara tersebut tercantum di media resmi seperti website kampus, komunitas profesional, atau organisasi pendidikan yang terpercaya.

Jangan mudah tergiur oleh embel-embel sertifikat jika tidak ada kejelasan proses pengiriman dan keabsahannya. Sertifikat yang bernilai adalah yang dikeluarkan oleh lembaga resmi atau memiliki kejelasan penanggung jawab. Jika suatu acara tampak tergesa-gesa, tanpa struktur acara yang jelas, dan langsung menuntut pembayaran, sebaiknya waspada.

Dalam era digital yang penuh peluang belajar, kehati-hatian adalah kunci utama. Jangan biarkan semangat belajar dan pengembangan diri dimanfaatkan oleh oknum yang menjual harapan palsu. Edukasi dan verifikasi adalah langkah awal agar kita tidak terjebak dalam jebakan yang merugikan secara finansial dan emosional.

Example 1800x450

Komentar

Satresnarkoba Polres Pangandaran Ungkap Peredaran Pil Ekstasi Logo Superman di Wilayah Pangandaran
Berita

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pangandaran Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis pil ekstasi berlogo Superman di wilayah Kabupaten Pangandaran