Example floating
Example floating
Example 1600x495
Sosial dan UmumSPKT

Penipuan Lewat Video Ajakan Relawan, Ternyata Aktor Bayaran

383
×

Penipuan Lewat Video Ajakan Relawan, Ternyata Aktor Bayaran

Sebarkan artikel ini

Di tengah derasnya arus konten digital, video menjadi alat komunikasi yang sangat efektif. Banyak gerakan sosial dan kegiatan kemanusiaan kini menggunakan video sebagai sarana kampanye dan ajakan untuk merekrut relawan atau menggalang dukungan. Sayangnya, medium yang menyentuh dan menginspirasi ini tidak luput dari penyalahgunaan. Modus terbaru yang muncul adalah penipuan lewat video ajakan relawan, di mana narator atau tokoh dalam video hanyalah aktor bayaran yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan sosial apa pun.

Modus ini dirancang dengan sangat meyakinkan. Pelaku membuat sebuah video berdurasi pendek, biasanya antara satu hingga tiga menit, berisi ajakan yang menyentuh hati. Dalam video itu, seseorang—berpenampilan sopan, ramah, dan meyakinkan—mengajak orang-orang untuk bergabung sebagai relawan atau berdonasi untuk misi sosial tertentu, seperti pendidikan anak terpencil, distribusi makanan gratis, atau bantuan bencana alam.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Aktor dalam video memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari yayasan atau komunitas sosial yang tampaknya resmi. Ia mengaku telah lama bergerak di bidang kemanusiaan, memperlihatkan foto-foto kegiatan yang seolah-olah pernah ia ikuti, dan menyampaikan narasi dengan penuh empati. Di akhir video, diselipkan tautan pendaftaran, akun media sosial, dan nomor rekening yang disebut sebagai “rekening donasi langsung”.

Video ini kemudian disebarluaskan melalui berbagai saluran: status WhatsApp, grup komunitas, media sosial, hingga aplikasi berbagi video pendek. Banyak orang yang tersentuh oleh narasinya dan langsung percaya bahwa mereka sedang menyaksikan seorang relawan sejati yang memperjuangkan kemanusiaan.

Namun kenyataannya, tidak ada kegiatan sosial seperti yang dijanjikan. Sosok dalam video hanyalah orang biasa yang dibayar untuk membaca naskah. Pelaku penipuan biasanya merekrut aktor lepas atau konten kreator mikro, lalu memberikan skrip dan bayaran tanpa menjelaskan bahwa video tersebut akan digunakan untuk aksi penipuan. Bahkan ada yang menyamar sebagai pembuat video “kampanye sosial” atau “tugas kampus” agar aktor tidak merasa curiga.

Setelah video menyebar, pelaku mulai menerima aliran dana dari orang-orang yang percaya. Beberapa juga berpura-pura menerima pendaftaran relawan dan meminta “biaya administrasi”, “uang seragam”, atau “biaya sertifikat” sebelum kegiatan dimulai. Tapi kegiatan tak pernah ada. Semua komunikasi berakhir tiba-tiba, akun digital dihapus, dan korban tak bisa lagi menghubungi siapa pun.

Yang membuat modus ini lebih kejam adalah penyamaran melalui wajah dan suara yang tampak tulus. Banyak orang lebih mudah percaya pada visual, apalagi jika disajikan dengan musik latar yang menyentuh atau narasi yang menyuarakan nilai-nilai sosial. Penipuan ini memanipulasi rasa empati sekaligus mengkhianati kepercayaan yang lahir dari niat baik.

Untuk menghindari skema seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tidak langsung mempercayai konten video, seberapa menyentuh pun tampilannya. Verifikasi tetap harus dilakukan—cek nama lembaga yang disebut, telusuri jejak digitalnya, cari tahu apakah benar ada kegiatan sosial yang dilaksanakan. Jangan tergesa-gesa mengirim donasi atau mendaftarkan diri sebagai relawan tanpa kejelasan struktur organisasi dan identitas penyelenggara.

Bagi para pembuat konten dan aktor lepas, penting juga untuk memahami konsekuensi dari pekerjaan yang ditawarkan. Jika merasa naskah yang dibacakan terlalu manipulatif atau identitas yang digunakan tidak jelas, sebaiknya menolak keterlibatan. Jangan sampai karya yang dibuat justru dimanfaatkan untuk melancarkan penipuan yang merugikan banyak orang.

Era digital membuka banyak peluang untuk berbuat baik, tapi juga memperluas medan kejahatan berbasis konten. Kewaspadaan, literasi digital, dan empati yang sehat menjadi benteng utama agar niat baik tidak berubah menjadi jerat. Relawan sejati tidak muncul dari wajah yang menyentuh kamera, tapi dari transparansi, tindakan nyata, dan tanggung jawab yang jelas.

Example 1800x450

Komentar

Satresnarkoba Polres Pangandaran Ungkap Peredaran Pil Ekstasi Logo Superman di Wilayah Pangandaran
Berita

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pangandaran Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis pil ekstasi berlogo Superman di wilayah Kabupaten Pangandaran