PARIGI, PANGANDARAN – Upaya Polri dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah hukumnya kembali menunjukkan hasil nyata. Pada hari Rabu, 17 September 2025, Polsek Parigi bersama Forkopincam Kecamatan Parigi, Pemerintah Desa Selasari, dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Parigi menggelar panen jagung hibrida.
Kegiatan panen raya yang dimulai pukul 10.00 WIB ini berlokasi di lahan milik Bapak Yayat di Dusun Pepedan, RT 002 RW 015, Desa Selasari. Lahan seluas 0,65 hektar ini dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Saung Ceblok, yang beranggotakan 22 orang.
Kapolsek Parigi AKP Ade Suherman memimpin langsung kegiatan ini. Turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Selasari Brigadir Dede Krisna, perwakilan BPP Kecamatan Parigi, serta anggota Bagian SDM Polres Pangandaran.
Penanaman jagung yang dimulai sejak 31 Mei 2025 ini berhasil dipanen setelah masa tanam sekitar 95 hari. Dengan menggunakan bibit jenis Pertiwi sebanyak 5 kg yang didapat dari Bumdes, lahan ini menghasilkan panen yang memuaskan.
Diperkirakan, hasil panen mencapai 7,2 ton jagung basah tongkol atau 4 ton jagung kering pipil. Peningkatan produktivitas ini tidak lepas dari pemupukan yang dilakukan sebanyak tiga kali, dengan total 163 kg pupuk UREA dan 195 kg pupuk PONSKHA PLUS, yang juga didukung oleh Bumdes.
Ketua Poktan Saung Ceblok, Sdr. Ahya, yang beralamat di Dusun Pepedan RT 005 RW 016, menyampaikan bahwa seluruh hasil panen akan disimpan dan diserap oleh Bumdes. Dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) jagung kering sebesar Rp 5.500 per kilogram, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota Poktan dan masyarakat desa.
Kapolsek Parigi AKP Ade Suherman mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara kepolisian, pemerintah desa, dan para petani. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata sinergi untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, sekaligus memastikan stabilitas ekonomi lokal.
















