PANGANDARAN – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Polres Pangandaran mengambil langkah proaktif dengan meluncurkan Operasi Keselamatan Lodaya 2026. Melalui apel besar yang digelar Senin pagi (2/2), kepolisian menegaskan komitmennya untuk meminimalisir angka kecelakaan di wilayah wisata tersebut. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Polda Jawa Barat guna menjaga stabilitas arus lalu lintas.
Wakapolres Pangandaran, Kompol Usep Supiyan, S.H., M.M., menyatakan bahwa operasi ini menjadi “pemanasan” penting sebelum memasuki masa mudik lebaran. Dengan deteksi dini terhadap pelanggaran lalu lintas, diharapkan tingkat kedisiplinan warga meningkat secara signifikan. Hal ini sangat penting mengingat Pangandaran merupakan destinasi wisata yang kerap mengalami lonjakan volume kendaraan.
Data internal menunjukkan bahwa operasi serupa pada tahun sebelumnya memberikan dampak positif yang sangat nyata. Kesuksesan tren tahun 2025 menjadi pemacu semangat bagi personel yang bertugas tahun ini. Pemerintah daerah melalui Dishub dan Satpol PP juga turut memberikan dukungan penuh dengan menerjunkan personel tambahan untuk membantu pengamanan di titik-titik rawan.
Selain pengamanan jalan, operasi ini juga menitikberatkan pada pengawasan terhadap perilaku berkendara yang berisiko. Petugas di lapangan diinstruksikan untuk memberikan teguran yang bersifat membangun dan menghindari sikap arogan. Pengawasan ketat oleh para perwira di lapangan juga dilakukan guna memastikan prosedur operasional standar tetap dijalankan dengan benar oleh setiap anggota.
Kegiatan apel berakhir dengan pengecekan kesiapan kendaraan dinas dan alat pendukung lainnya. Polres Pangandaran optimis bahwa melalui Operasi Keselamatan Lodaya ini, masyarakat akan merasa lebih aman saat melintasi jalur pantai maupun jalur utama Pangandaran. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan menjadi kunci suksesnya pengamanan wilayah selama dua pekan ke depan.














