JAKARTA – Kolaborasi lintas instansi antara Polri, Perum Bulog, dan Himbara kini menjadi tulang punggung baru dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. Dengan mengadopsi keberhasilan model dari Jawa Barat, pemerintah optimistis target cadangan pangan 1 juta ton jagung pada tahun 2026 dapat tercapai tanpa bergantung pada impor.
Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan ini terletak pada kemudahan akses modal bagi petani. Polri kini memfasilitasi “karpet merah” bagi kelompok tani melalui empat jalur strategis:
- Jalur Mandiri (CSR): Konsep “Satu Polsek Dua Hektar” menggunakan modal tanpa bunga.
- Jalur Koperasi (Primkopol): Pinjaman sarana produksi (bibit & pupuk) dengan bunga rendah 1,5%.
- Jalur Perbankan (KUR): Akses permodalan masif melalui plafon BRI sebesar Rp180 triliun.
- Jalur Aset Negara: Pemanfaatan lahan tidur PTPN dan Perhutani untuk digarap rakyat.
Untuk menjamin kesejahteraan, Bulog telah menetapkan harga serap jagung di angka Rp6.400 per kilogram. Angka ini merupakan jaring pengaman agar harga di tingkat petani tidak jatuh saat musim panen raya tiba.












