Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu Manfaatkan Urin Kelinci Menjadi Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan
Pangandaran – Inovasi pertanian ramah lingkungan terus dikembangkan oleh Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu yang berlokasi di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Kelompok tani yang dibina oleh usaha peternakan Kelinci Gila ini berhasil memanfaatkan urin kelinci menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Ketua Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu menjelaskan bahwa peternakan kelinci yang mereka kelola mampu menghasilkan sekitar 7,5 liter urin kelinci per hari dari 15 ekor kelinci. Dengan jumlah tersebut, dalam satu bulan dapat terkumpul sekitar 225 liter urin kelinci yang kemudian diolah melalui proses fermentasi menjadi pupuk organik cair siap pakai.
“Urin kelinci yang sebelumnya dianggap limbah kini memiliki nilai ekonomi. Setelah melalui proses pengolahan, pupuk organik cair ini kami pasarkan secara langsung kepada petani maupun secara online melalui media sosial dan platform digital,” ujarnya.
Menurutnya, pemasaran yang dilakukan secara langsung dan online mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam satu bulan, penjualan pupuk organik cair tersebut mampu mencapai puluhan botol, sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok tani sekaligus membuka peluang usaha baru bagi para anggotanya.
Selain menghasilkan produk yang bernilai ekonomis, keberadaan Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu juga menjadi wadah pemberdayaan generasi muda desa. Kelompok ini aktif menggerakkan para pemuda untuk terlibat dalam kegiatan peternakan, pengolahan pupuk organik, hingga pemasaran produk.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sektor pertanian dan peternakan memiliki prospek yang baik jika dikelola dengan inovatif. Melalui kegiatan ini, para pemuda dapat belajar berwirausaha sekaligus mendukung pertanian yang berkelanjutan,” tambahnya.
Pupuk organik cair berbahan dasar urin kelinci diketahui mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman. Penggunaannya dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman secara alami. Selain itu, pupuk ini juga lebih ramah lingkungan karena berasal dari bahan organik yang dapat diperbarui.
Keberhasilan Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu dalam mengolah limbah peternakan menjadi produk bernilai ekonomi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya untuk mengembangkan inovasi serupa guna mendukung pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan di Kabupaten Pangandaran.

















