PANGANDARAN – Keamanan wilayah tidak bisa hanya bersandar pada pundak aparat kepolisian semata, melainkan butuh peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. Menyadari hal tersebut, Sat Samapta Polres Pangandaran mengintensifkan patroli dialogis siang hari dengan mengetuk pintu-pintu pemukiman dan menyambangi tempat berkumpulnya warga.
Melalui patroli yang mengedepankan senyum, sapa, dan salam ini, personel Sat Samapta berupaya membangun sistem keamanan partisipatif, di mana masyarakat didorong untuk menjadi mitra utama Polri dalam menjaga lingkungan masing-masing.
“Kami mengajak warga untuk menjadi ‘mata dan telinga’ bagi kepolisian. Jika melihat ada gerak-gerik orang asing yang mencurigakan atau mengetahui adanya potensi peredaran miras dan judi mako, segera informasikan kepada kami agar bisa langsung ditindaklanjuti,” jelas Kasat Samapta Polres Pangandaran, Jumat (19/6).
Dalam suasana dialog yang cair dan tanpa sekat tersebut, personel kepolisian juga membagikan tips praktis pencegahan kriminalitas mandiri. Salah satunya adalah mengingatkan warga agar tidak teledor meninggalkan kunci sepeda motor yang masih menggantung pada kendaraan saat diparkir di depan rumah—karena kelengahan kecil ini sering menjadi sasaran empuk pelaku curanmor.
Kehadiran unit patroli Samapta di tengah terik siang ini dinilai efektif memberikan efek jera (deterrent effect) bagi siapa saja yang berniat melakukan aksi kriminal.
Dengan terus bergulirnya patroli dialogis yang konsisten ini, Polres Pangandaran optimis iklim kamtibmas yang sejuk dan aman di Kabupaten Pangandaran akan tetap terjaga berkat kuatnya fondasi gotong royong antara polisi dan warga.

















