PANGANDARAN – Kebakaran melanda sebuah pabrik cocofiber atau serabut kelapa di Dusun Ciokong RT 001 RW 001, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Pabrik yang berada tepat di depan Hotel Aston tersebut terbakar setelah muncul percikan api yang diduga berasal dari knalpot mesin penggilingan serabut kelapa.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, percikan api tersebut mengenai limbah atau sisa sabut kelapa yang berada di sekitar mesin. Api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke tumpukan cocofiber yang merupakan material mudah terbakar.
Para karyawan yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, tiupan angin yang cukup kencang membuat api semakin membesar dan menjalar ke bagian lain di area pabrik.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polres Pangandaran dan Polsek Sidamulih bersama unsur TNI, Pemadam Kebakaran Kabupaten Pangandaran, PLN serta masyarakat sekitar segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Tim gabungan kemudian bahu-membahu melakukan pemadaman dan pengamanan di sekitar lokasi guna mencegah api semakin meluas serta memastikan keselamatan masyarakat dan petugas.
Plt. Kabag Ops Polres Pangandaran AKP Nandang Rokhmana, S.H., M.H., mengatakan bahwa penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur TNI-Polri, Damkar, PLN dan masyarakat.
“Begitu menerima laporan, personel bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi. Kami bersama-sama melakukan upaya pemadaman dan pengamanan di sekitar TKP agar api tidak semakin meluas,” ujar AKP Nandang Rokhmana.
Menurutnya, kondisi di lokasi cukup menantang karena material cocofiber yang terbakar merupakan bahan yang mudah terbakar dan diperparah dengan adanya tiupan angin.
“Material yang terbakar berupa serabut kelapa sehingga api cukup cepat membesar. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas dan koordinasi seluruh unsur dalam proses pemadaman,” tambahnya.
AKP Nandang juga memastikan bahwa dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan situasi aman.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi kebakaran di lokasi yang terdapat material mudah terbakar,” ungkapnya.
Akibat kebakaran tersebut, bahan sabut kelapa dan mesin pabrik terbakar. Kerugian materiel sementara diperkirakan mencapai kurang lebih Rp400 juta.
Petugas Kepolisian juga telah melakukan pendataan terhadap para saksi, dokumentasi di lokasi kejadian, serta langkah-langkah kepolisian lainnya sebagai bagian dari penanganan kejadian.
Polres Pangandaran mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha agar selalu memastikan kondisi mesin, instalasi listrik, serta lingkungan sekitar tempat usaha dalam keadaan aman, khususnya pada lokasi yang menyimpan material mudah terbakar.

















