PANGANDARAN – Kesuksesan besar pada tahun 2025 menjadi barometer bagi Polres Pangandaran dalam melaksanakan Operasi Keselamatan Lodaya 2026. Berdasarkan laporan resmi dalam Apel Gelar Pasukan di Pangandaran (2/2), angka kecelakaan di tahun sebelumnya berhasil ditekan hingga 52%. Tidak hanya itu, angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan drastis sebesar 59%.
Wakapolres Pangandaran, Kompol Usep Supiyan, S.H., M.M., menegaskan bahwa prestasi tersebut harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan tahun ini. Operasi yang melibatkan total 2.606 personel gabungan se-Jawa Barat ini menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas tertinggi. Dari total personel tersebut, Polres Pangandaran menyiagakan jajaran terbaiknya di setiap Polsek.
Strategi yang digunakan tahun ini tetap mengedepankan edukasi humanis kepada para pengendara. Polisi tidak hanya merazia kelengkapan surat, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan berkendara bagi diri sendiri dan orang lain. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mengubah perilaku masyarakat dalam jangka panjang dibandingkan sanksi tilang semata.
Operasi yang akan berjalan hingga 15 Februari 2026 ini juga mencakup pengawasan di daerah-daerah terpencil melalui peran Kapolsek di tujuh wilayah, mulai dari Padaherang hingga Langkaplancar. Sinergi antara unit lantas, intelkam, dan samapta dikerahkan untuk memetakan titik buta (blind spot) dan area rawan kemacetan. Kehadiran personel TNI dari Koramil 2504 menambah kekuatan pengamanan di lapangan.
Melalui operasi ini, Polres Pangandaran berharap budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat semakin kuat. Keberhasilan menurunkan angka kematian di jalan raya tahun lalu diharapkan bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras kolektif yang berkelanjutan. Masyarakat pun diminta kerja samanya untuk selalu waspada dan patuh selama masa operasi berlangsung.












