PANGANDARAN – Ratusan warga memadati kawasan Jalan Kidang Pananjung, tepatnya di depan eks Bioskop Nanjung, Dusun Pangandaran Barat, Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, pada Selasa malam (21/4/2026). Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan keagamaan “Kidang Pananjung Bertabligh” yang digelar dalam rangka Tasyakur Bi Ni’mah.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga 23.20 WIB tersebut menghadirkan mubaligh Ustadz Nana Gerhana, dengan penanggung jawab kegiatan Ade Firman. Sekitar 500 jamaah dari berbagai kalangan masyarakat turut hadir, menciptakan suasana religius dan penuh khidmat.
Sejumlah tokoh penting juga tampak menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya anggota Komisi IV DPR RI Ida Nurlela, Ketua DPRD Pangandaran Asep Nurdin, Camat Pangandaran Mahfud Ghozali, Kapolsek Pangandaran AKP Nandang Rokhmana, Danramil Pangandaran Mayor Inf M. Erwin Madiaferry, Ketua MUI Desa Pangandaran Ahbab Hambali, Kepala Desa Pangandaran Adi Fitriadi, Ketua BPD Abdi Maliki, serta masyarakat Kecamatan Pangandaran.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari unsur pemerintah setempat, kemudian tausiyah, dan ditutup dengan doa bersama.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pangandaran menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan Tasyakur Bi Ni’mah merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, sekaligus sebagai sarana meningkatkan keimanan serta mempererat silaturahmi antarwarga.
Hal senada disampaikan Camat Pangandaran yang mewakili Bupati Pangandaran. Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat dan panitia dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan guna mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Memasuki inti acara, Ustadz Nana Gerhana dalam tausiyahnya menyampaikan pesan-pesan moral yang mendalam. Ia mengingatkan bahwa ilmu yang tinggi tidak boleh disertai dengan kesombongan, melainkan harus melahirkan sikap rendah hati. Menurutnya, keseimbangan antara ilmu, harta, dan akhlak menjadi kunci dalam menjalani kehidupan yang diridhai Allah SWT.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga lisan, berperilaku baik, serta memperbanyak sedekah sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai kebaikan. Ustadz Nana mengajak jamaah untuk senantiasa menyelaraskan antara ucapan dan perbuatan, serta menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Kegiatan Kidang Pananjung Bertabligh ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat. Selain sebagai wujud rasa syukur, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter masyarakat yang lebih religius, berakhlak, serta saling menghargai.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif hingga acara selesai.

















