Example floating
Example floating
HumasKriminalitasPress Release

Kakek di Pangandaran Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak 4 Tahun

916
×

Kakek di Pangandaran Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak 4 Tahun

Sebarkan artikel ini
Kakek di Pangandaran Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak 4 Tahun
Kakek di Pangandaran Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Anak 4 Tahun

Pangandaran – Seorang kakek berusia 63 tahun di Kabupaten Pangandaran berinisial J (63) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak perempuan berusia 4 tahun. Kasus ini ditangani oleh Satreskrim Polres Pangandaran setelah menerima laporan dari orang tua korban.

Pelapor, Fitriyanti (35), warga Dusun Pasar, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, melaporkan kejadian tersebut pada 25 September 2025 dengan Nomor Laporan Polisi LP/B/204/IX/2025/SPKT/Polres Pangandaran/Polda Jawa Barat.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menemukan bukti kuat yang mengarah pada dugaan pencabulan yang dilakukan tersangka terhadap korban berinisial SN (4), yang juga merupakan warga satu dusun dengan pelaku.

Kasatreskrim Polres Pangandaran AKP IDAS WARDIAS menerangkan, perbuatan bejat itu dilakukan di rumah tersangka di Dusun Pasar, Desa Ciganjeng, ketika korban sedang bermain bersama cucu tersangka. Aksi tersebut diduga terjadi lebih dari satu kali.

Polisi kemudian mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan dan Surat Penetapan Tersangka terhadap J pada 11 Oktober 2025. Dari hasil pemeriksaan, penyidik telah memeriksa enam orang saksi, termasuk pelapor, beberapa warga, tersangka, dan korban.

Dalam proses penyidikan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua potong pakaian milik korban serta surat visum et repertum dari RSUD Pandega Pangandaran yang ditandatangani oleh dokter dr. Muhammad Zulfani Najmi. Dalam hasil visum disebutkan bahwa saat pemeriksaan dilakukan, selaput hymen korban tidak dapat diidentifikasi secara pasti.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda hingga Rp5 miliar.

Polres Pangandaran menegaskan bahwa penyidikan masih terus berlanjut dan berkas perkara akan segera dilimpahkan ke kejaksaan. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melapor jika mengetahui adanya dugaan kekerasan atau pelecehan terhadap anak di lingkungannya.

Example 1800x450

Komentar

HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Pangandaran Berikan Penghargaan kepada Personel dan Mitra Media
Berita

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri ke-75 Tahun 2026, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari memberikan penghargaan kepada sejumlah personel Polri dan mitra media

Kapolres Pangandaran Siap Kawal Larangan Penggunaan Vape di Lingkungan Polri
Berita

Polres Pangandaran siap mengawal pelaksanaan Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang Larangan Penggunaan Rokok Elektrik atau vape di lingkungan Polri.

Polres Pangandaran Pantau Kapal Wisata Asing yang Berlabuh di Pantai Timur
Berita

Polres Pangandaran melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) melaksanakan monitoring terhadap keberadaan sebuah kapal wisata asing (yacht) milik warga negara Beland