Example floating
Example floating
Example 1600x495
BeritaHot NewsHumas

“Operasi Ketupat 2025: Tim Gabungan Selamatkan Wisatawan Terseret Arus Laut di Pantai Pangandaran”

403
×

“Operasi Ketupat 2025: Tim Gabungan Selamatkan Wisatawan Terseret Arus Laut di Pantai Pangandaran”

Sebarkan artikel ini

Pangandaran – Polres Pangandaran, bersama TNI Angkatan Laut, dan Balawista Kabupaten Pangandaran, berhasil menyelamatkan dua wisatawan yang terseret arus laut di Pantai Barat Pangandaran pada hari Selasa, 1 April 2025. Kejadian ini terjadi di Pos 5 Obyek Wisata Pantai Pangandaran, dan menjadi bukti kesiapsiagaan petugas selama Operasi Ketupat 2025.

Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, S.I.K., M.H., melaporkan bahwa kejadian pertama terjadi pada pukul 11.15 WIB, saat seorang wisatawan bernama Riyan (15) terseret arus laut. Kedua petugas dari Sat Polairud Polres Pangandaran, bersama Balawista Kabupaten Pangandaran, yang sedang berjaga di lokasi langsung merespons dan bergerak cepat menuju korban. Dengan kerjasama tim yang solid, mereka berhasil mengevakuasi Riyan dan membawanya ke RSUD Pangandaran untuk mendapatkan perawatan medis.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Kejadian kedua terjadi sekitar pukul 12.10 WIB, saat wisatawan lain, Resta (25), juga terseret arus laut di area yang tidak diperbolehkan untuk berenang. Dengan sigap, personel TNI AL Pangandaran dan petugas Balawista kembali turun tangan, mengamankan korban dan segera membawanya untuk mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit.

Kapolres Mujianto mengungkapkan bahwa kedua korban terseret arus saat berenang di area yang memang sudah dipasang tanda peringatan, yang mengingatkan para pengunjung untuk tidak berenang di sana. Namun, berkat koordinasi yang baik antara Polairud, TNI Angkatan Laut, dan Balawista, kedua korban berhasil dievakuasi tanpa adanya korban jiwa atau cedera serius.

“Kami berterima kasih kepada seluruh petugas yang telah sigap dan bekerja cepat dalam menyelamatkan kedua wisatawan ini. Kejadian ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan tim SAR gabungan sangat penting untuk memastikan keselamatan para wisatawan di pantai,” ujar Kapolres Mujianto.

Operasi Ketupat 2025 di Pangandaran memang lebih dari sekadar pengamanan arus lalu lintas. Ini adalah upaya menyeluruh untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berlibur, dengan melibatkan berbagai pihak yang bekerja bersama untuk mengantisipasi potensi bahaya. Dalam hal ini, Polairud, TNI AL, dan Balawista telah menunjukkan kerjasama yang solid, membuktikan betapa pentingnya kolaborasi dalam menjaga keselamatan masyarakat.

“Kami akan terus bekerja bersama untuk memastikan bahwa liburan di Pantai Pangandaran berlangsung dengan aman. Ini adalah komitmen kami dalam memberikan perlindungan kepada setiap wisatawan yang datang,” tutup Kapolres Mujianto.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya mengikuti petunjuk keselamatan dan peringatan yang ada di tempat wisata, agar liburan dapat dinikmati dengan aman.

Example 1800x450

Komentar

Satresnarkoba Polres Pangandaran Ungkap Peredaran Pil Ekstasi Logo Superman di Wilayah Pangandaran
Berita

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pangandaran Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis pil ekstasi berlogo Superman di wilayah Kabupaten Pangandaran

Patroli Gabungan Polres Pangandaran Jelang Ramadan, 100 Botol Miras Diamankan
Berita

Kegiatan melibatkan personel Polres Pangandaran, TNI, Polisi Militer, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran dengan sasaran tempat hiburan malam di wilayah Pangandaran.

Polisi Ungkap Pencurian di SMK Al-Kautsar Kalipucang
Berita

Peristiwa pencurian diketahui terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Terduga pelaku diduga masuk ke area sekolah dengan cara merusak jendela ruang guru menggunakan alat pahat, kemudian mengambil sejumlah barang milik sekolah.

*Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung* *JAKARTA* – Jumat, 6 Februari 2026, Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia. Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo. "Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi" Ujar Brigjen Langgeng. Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung. Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung. Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik. Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram. "Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog." Ujar Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri. Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan. Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.
Berita

Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.