PANGANDARAN – Polres Pangandaran mengadakan kegiatan Doa Bersama Lintas Agama di Auditorium Polres. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tujuan utamanya adalah mendoakan para korban serta memohon keselamatan dan keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia. Kamis, (04/12/2025).
Kegiatan ini menjadi simbol sinergi kuat antara Polri, Pemda, dan tokoh agama. Kapolda Jabar Irjen. Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., M.H. dan Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M. hadir secara virtual. Di lokasi, hadir Kapolres Pangandaran AKBP Dr. Andri Kurniawan., S.I.K., M.H. bersama perwakilan Sekda, Ketua MUI, Ketua FKUB, pengurus NU, Muhammadiyah, GP Ansor, serta perwakilan dari berbagai Gereja, menunjukkan kehadiran lintas elemen keagamaan.
Dalam sambutannya secara virtual, Kapolda Jabar menyampaikan terima kasih dan mengajak seluruh hadirin mengenang korban bencana yang meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera. Beliau menekankan bahwa forum doa lintas agama adalah wujud nyata solidaritas bangsa.
Setelah Pembukaan dan lagu Indonesia Raya, acara dilanjutkan dengan sambutan dan inti Doa Bersama Lintas Agama. Masing-masing tokoh agama memimpin doa, menyatukan harapan untuk pemulihan wilayah bencana dan perlindungan bagi Indonesia. Momen ini menegaskan simbol persatuan dan toleransi yang kokoh di Pangandaran, di mana perbedaan keyakinan bersatu demi kepentingan kemanusiaan dan bangsa.
Doa Bersama Lintas Agama ini merupakan upaya kolektif untuk merawat kebersamaan di tengah duka. Kehadiran berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepolisian hingga tokoh lintas agama, mengirimkan pesan kuat tentang saling menguatkan
















