Pangandaran, 22 Juni 2025 – Banyak tindak kejahatan terjadi karena kelengahan korban. Kewaspadaan diri dan lingkungan menjadi benteng utama dalam mencegah aksi kriminal. Aparat kepolisian terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap potensi ancaman.
Modus kejahatan kini makin beragam, dari pencopetan, pembobolan rumah, hingga penipuan daring. Kelalaian kecil seperti tas terbuka, kunci tergantung, atau tidak memverifikasi informasi sering dimanfaatkan pelaku. Data menunjukkan banyak kasus pencurian terjadi akibat pintu atau jendela yang tidak dikunci.
Dalam viktimologi, hal ini dikenal sebagai participating victim—korban yang tanpa sadar membuka peluang bagi pelaku. Meski bukan sepenuhnya salah korban, pemahaman ini menekankan pentingnya sikap waspada sebagai langkah preventif.
Setiap orang bisa berperan dalam pencegahan. Hindari memamerkan barang berharga, pastikan rumah terkunci saat bepergian, dan gunakan sistem keamanan seperti CCTV atau alarm. Selalu verifikasi informasi sebelum percaya, terutama yang mencurigakan.
Kolaborasi masyarakat dan aparat sangat penting. Patroli rutin dan laporan cepat dari warga bisa mencegah kejahatan. Program siskamling dan grup komunikasi warga juga efektif menciptakan lingkungan aman. Dengan kewaspadaan dan gotong royong, potensi kejahatan bisa ditekan dan keamanan bersama terwujud.
















