Pangandaran – Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah pesisir, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Pangandaran mengikuti kegiatan Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana yang digelar di halaman Mapolres Pangandaran, Rabu, 6 November 2025
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Pangandaran AKBP Dr. ANDRI KURNIAWAN, S.I.K., M.H dan diikuti oleh unsur TNI, BPBD, Basarnas, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, serta relawan tanggap bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan personel, sarana prasarana, dan sinergi antarinstansi dalam menghadapi cuaca ekstrem serta potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Pangandaran.
Dalam kesempatan tersebut, Satpolairud Polres Pangandaran menampilkan kesiapan penuh dengan menurunkan personel terlatih dan alat material khusus (Almatsus) SAR laut seperti rubber boat, personal watercraft (jetski), drone laut, serta perlengkapan penyelamatan air lainnya.
Kasat Polairud Polres Pangandaran, IPTU M Anang Tri Sodikin, S.H, menyampaikan bahwa kegiatan apel ini menjadi wujud nyata komitmen Satpolairud dalam memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor untuk menghadapi kondisi darurat di wilayah pesisir.
“Kami menyiagakan personel dan peralatan SAR laut dalam kondisi siap operasional. Sinergi dengan BPBD, Basarnas, dan TNI AL menjadi kunci utama agar penanganan bencana di laut dapat dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar IPTU M Anang Tri Sodikin, S.H
Ia menambahkan bahwa penggunaan drone laut menjadi bagian dari upaya modernisasi dalam mendukung pemantauan area berisiko tinggi serta mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban di laut.
“Dengan dukungan teknologi seperti drone laut, kami bisa menjangkau area yang sulit diakses, sehingga proses evakuasi dapat dilakukan lebih efisien,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Pangandaran AKBP Dr. ANDRI KURNIAWAN, S.I.K., M.H dalam amanatnya menyampaikan apresiasi atas kesiapan seluruh unsur yang terlibat, serta menekankan pentingnya kerja sama dan komunikasi antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat.
“Apel siaga ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan sinergi. Semua pihak harus bergerak cepat dan kompak ketika bencana terjadi, demi keselamatan masyarakat,” tegas Kapolres.
Kegiatan apel ditutup dengan pemeriksaan pasukan dan perlengkapan SAR oleh Kapolres Pangandaran, serta demonstrasi evakuasi korban di perairan oleh Satpolairud menggunakan rubber boat dan personal watercraft.
Dengan kesiapan sumber daya manusia, dukungan teknologi, dan sinergi yang solid, Satpolairud Polres Pangandaran berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam operasi kemanusiaan dan tanggap bencana di wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran.














