Di era digital, kemudahan layanan online merambah hampir semua sektor, termasuk jasa perbaikan gadget. Tanpa harus keluar rumah, banyak pengguna yang kini memilih layanan servis berbasis daring, di mana teknisi datang menjemput atau memperbaiki perangkat secara langsung di lokasi. Namun, di balik kemudahan ini, muncul modus penipuan baru yang memanfaatkan celah kepercayaan masyarakat terhadap layanan online: penipuan berkedok jasa reparasi gadget.
Modus ini biasanya dimulai dari promosi melalui media sosial, marketplace, atau website yang tampak profesional. Mereka menawarkan layanan servis HP, laptop, tablet, atau perangkat lainnya dengan harga murah, teknisi berpengalaman, dan waktu pengerjaan cepat. Korban yang tergoda kemudian menghubungi nomor layanan atau mengisi formulir online. Proses awal terlihat normal dan meyakinkan.
Masalah baru muncul ketika perangkat sudah dikirim atau dijemput oleh “teknisi”. Setelah itu, komunikasi mulai tersendat. Pelaku kerap beralasan bahwa suku cadang sedang dipesan, proses perbaikan memerlukan waktu lebih lama, atau bahkan menyebut ada kerusakan tambahan yang tidak terdeteksi di awal dan meminta biaya tambahan. Dalam beberapa kasus, perangkat korban tidak pernah dikembalikan, atau dikembalikan dalam kondisi rusak parah atau tidak berfungsi sama sekali.
Lebih parah lagi, beberapa penipu menggunakan kesempatan ini untuk mencuri data pribadi dari dalam perangkat. Informasi seperti foto, akun media sosial, email, hingga akses ke aplikasi keuangan bisa diekstraksi dengan mudah jika perangkat tidak dikunci dengan aman. Dalam kasus ekstrem, perangkat dijual kembali secara ilegal, dan korban kehilangan jejak sepenuhnya karena tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk menuntut secara hukum.
Langkah pertama untuk menghindari penipuan semacam ini adalah memverifikasi legalitas layanan. Carilah informasi mengenai reputasi jasa servis tersebut di media sosial, forum diskusi, dan situs ulasan. Jangan ragu untuk meminta profil teknisi, alamat fisik toko, serta kontak resmi yang bisa diverifikasi. Hindari layanan yang tidak memiliki identitas jelas atau hanya beroperasi melalui akun media sosial baru.
Pastikan juga untuk mencadangkan seluruh data pribadi dan menghapus akun penting dari perangkat sebelum diserahkan ke pihak servis. Jika memungkinkan, reset perangkat ke setelan pabrik untuk mencegah penyalahgunaan data. Hindari menyerahkan perangkat dalam keadaan aktif dan tanpa kata sandi atau pola kunci.
Selalu buat dokumentasi sebelum pengiriman, seperti mencatat nomor IMEI, mengambil foto kondisi perangkat, dan menyimpan bukti komunikasi atau transaksi. Jika perlu, gunakan layanan reparasi resmi dari produsen perangkat atau mitra servis yang sudah bekerja sama langsung dengan brand terkait. Mungkin biayanya lebih tinggi, tetapi keamanan dan kejelasan prosesnya lebih terjamin.
Dalam beberapa kasus, korban bahkan diminta untuk mentransfer uang muka atau biaya perbaikan sebelum perangkat diperiksa. Ini adalah tanda bahaya klasik. Layanan profesional biasanya baru memberikan estimasi biaya setelah proses diagnosa dan mengkonfirmasi ke pelanggan sebelum melanjutkan perbaikan.
Jangan biarkan keinginan untuk hemat atau cepat menjadi celah bagi pelaku kejahatan. Penipuan berkedok jasa reparasi gadget bukan hanya bisa merugikan secara finansial, tapi juga membahayakan privasi digital korban. Lebih baik bersikap hati-hati sejak awal daripada menyesal di kemudian hari karena kehilangan data penting atau perangkat kesayangan secara sia-sia.








