Example floating
Example floating
Example 1600x495
Sosial dan UmumSPKT

Mentor Bisnis Online Hanya Incar Data dan Uang Peserta

396
×

Mentor Bisnis Online Hanya Incar Data dan Uang Peserta

Sebarkan artikel ini

Meningkatnya minat masyarakat untuk berwirausaha secara digital menciptakan peluang besar bagi berbagai kelas pelatihan dan bimbingan bisnis online. Banyak yang berharap bisa sukses seperti para influencer yang memamerkan keberhasilan mereka di media sosial. Namun di tengah semangat membangun bisnis dari rumah, muncul praktik penipuan berkedok “mentor bisnis” yang sesungguhnya hanya bertujuan menguras data pribadi dan uang dari peserta yang antusias.

Modus ini sering dimulai dengan promosi agresif melalui media sosial. Seorang tokoh yang mengklaim dirinya sebagai pengusaha sukses mengunggah konten inspiratif, testimoni murid yang katanya berhasil, serta gaya hidup mewah sebagai bukti keberhasilan. Ia kemudian mengajak pengikutnya untuk bergabung dalam pelatihan bisnis online eksklusif yang disebut-sebut terbatas dan hanya dibuka beberapa kali dalam setahun.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Para calon peserta digiring ke halaman pendaftaran atau grup WhatsApp dan Telegram, lalu mulai dibombardir dengan ajakan mendaftar “segera” agar tak ketinggalan. Biaya pelatihan pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Dijanjikan bahwa dalam waktu singkat, peserta akan bisa membangun toko online, menjual produk digital, atau menjadi affiliate marketer dengan penghasilan pasif tinggi.

Setelah membayar, peserta diberi akses ke materi pelatihan yang ternyata sangat dangkal, umum, dan tidak aplikatif. Modul hanya berisi kumpulan motivasi, kutipan klise, atau materi yang bisa ditemukan gratis di internet. Tak ada pendampingan nyata, sesi tanya-jawab pun sering tidak direspons. Di sinilah peserta mulai sadar bahwa mereka tidak sedang dibimbing, melainkan dijadikan target komersial sepihak.

Lebih parah lagi, selama proses pendaftaran, mentor palsu ini meminta data lengkap: nama, alamat, nomor KTP, akun media sosial, dan bahkan rekening bank atas nama peserta. Alasannya bisa macam-macam—untuk keperluan administrasi, sertifikat, atau komisi penjualan. Padahal, data ini bisa dijual ke pihak lain, digunakan untuk pinjaman online ilegal, atau dijadikan identitas palsu untuk aksi kejahatan digital.

Ketika peserta mulai mempertanyakan kualitas materi atau janji yang tak ditepati, pelaku punya banyak alasan. Mereka menyebut bahwa “kesuksesan tergantung usaha masing-masing”, menyalahkan peserta yang kurang disiplin, atau bahkan memblokir peserta dari grup tanpa penjelasan. Tidak sedikit peserta yang akhirnya pasrah karena tidak tahu harus mengadu ke mana.

Modus ini bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pelatihan digital yang sebenarnya bisa menjadi sarana pembelajaran positif. Banyak orang yang akhirnya enggan belajar atau mencoba lagi karena pernah tertipu oleh sosok “mentor” yang hanya menjual mimpi.

Langkah penting untuk menghindari jebakan semacam ini adalah dengan menyelidiki latar belakang mentor yang menawarkan pelatihan. Cari tahu apakah ia benar-benar punya bisnis nyata, apakah ada rekam jejak dan testimoni yang bisa diverifikasi, serta apakah programnya sudah pernah bekerja sama dengan institusi atau platform edukasi resmi.

Jangan mudah percaya pada gaya hidup mewah yang ditampilkan di media sosial. Banyak penipu memamerkan mobil mewah dan liburan mahal sebagai bagian dari strategi pemasaran, padahal semua itu bisa direkayasa untuk menipu persepsi. Yang terpenting bukan kemasan, tapi isi dan kredibilitasnya.

Hindari pula pelatihan yang langsung meminta data sensitif dan pembayaran tanpa kejelasan struktur materi dan hasil akhir yang bisa diukur. Program pelatihan yang baik akan memberikan preview materi, menjelaskan alur pembelajaran, dan membuka akses komunikasi dua arah antara mentor dan peserta.

Dalam dunia bisnis digital, tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Hati-hati terhadap mereka yang menjual harapan instan dan menawarkan “sukses dalam semalam”. Bangun pengetahuan dari sumber yang kredibel, dan jadilah pembelajar yang kritis agar tidak menjadi korban penipuan berkedok edukasi.

Example 1800x450

Komentar

Satresnarkoba Polres Pangandaran Ungkap Peredaran Pil Ekstasi Logo Superman di Wilayah Pangandaran
Berita

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pangandaran Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis pil ekstasi berlogo Superman di wilayah Kabupaten Pangandaran