Example floating
Example floating
Example 1600x495
Sosial dan UmumSPKT

Modus Penipuan Berkedok Undangan Nikah Digital

845
×

Modus Penipuan Berkedok Undangan Nikah Digital

Sebarkan artikel ini

Di era serba digital, undangan pernikahan kini banyak dikirim melalui tautan online atau format digital seperti e-card dan website. Tren ini memudahkan pasangan pengantin dalam menyebarkan undangan secara praktis dan hemat biaya. Namun, perkembangan ini juga membuka celah baru bagi pelaku kejahatan digital untuk menjalankan modus penipuan. Salah satu yang sedang marak belakangan ini adalah penipuan berkedok undangan pernikahan digital, di mana pelaku menyamarkan tautan berbahaya dalam bentuk undangan nikah.

Modus ini biasanya diawali dengan pesan WhatsApp, email, atau direct message yang dikirim ke calon korban secara acak. Isinya tampak sopan dan personal, mengundang penerima untuk menghadiri resepsi pernikahan, lengkap dengan nama pasangan pengantin dan waktu pelaksanaan. Tautan yang disematkan biasanya berupa link ke sebuah situs palsu dengan tampilan undangan digital yang meyakinkan. Namun, ketika korban mengklik link tersebut, mereka tidak diarahkan ke laman informasi pernikahan, melainkan ke halaman phishing atau file berbahaya.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Situs phishing ini dirancang menyerupai halaman login layanan populer seperti Google, media sosial, atau dompet digital. Korban yang tidak waspada akan mengira mereka perlu “login” untuk membuka detail undangan, lalu memasukkan informasi akun pribadi. Data tersebut langsung dikirim ke pelaku, yang kemudian dapat mengakses akun korban dan menyalahgunakannya untuk tindakan kriminal, termasuk pencurian identitas, penyalahgunaan rekening, atau penipuan lanjutan ke kontak-kontak korban.

Selain phishing, beberapa tautan juga menyematkan file APK (untuk pengguna Android) atau skrip berbahaya lainnya yang akan menginstal malware secara otomatis di perangkat korban. Malware ini bisa digunakan untuk mencuri informasi sensitif, mengakses galeri foto, membaca pesan, hingga menyadap aplikasi keuangan. Dalam beberapa kasus, korban baru menyadari telah tertipu setelah saldo rekeningnya terkuras atau akunnya digunakan untuk menyebarkan undangan palsu serupa ke kontak lain.

Tampilan undangan palsu ini seringkali dibuat sangat profesional, lengkap dengan foto pasangan, hitung mundur acara, serta peta lokasi yang bisa diklik. Penipu memanfaatkan momen sakral seperti pernikahan karena biasanya membuat penerima merasa tidak enak hati jika mengabaikannya. Reaksi emosional seperti rasa penasaran, sopan santun, dan keinginan untuk menghargai undangan menjadi alat manipulasi yang ampuh dalam skema penipuan ini.

Untuk menghindari menjadi korban, masyarakat perlu membiasakan diri untuk tidak langsung mengklik tautan dari orang tak dikenal, terutama jika dikirim melalui pesan pribadi. Verifikasi sumber undangan dengan menanyakan langsung ke pengirim, atau cek apakah Anda benar-benar mengenal pasangan pengantin yang disebutkan. Jika undangan datang dari nomor asing atau akun tidak dikenal, abaikan saja atau laporkan sebagai spam.

Ciri khas dari penipuan semacam ini adalah nada pesan yang terlalu umum atau formal, serta penyematan link pendek atau mencurigakan seperti bit.ly atau domain asing. Situs undangan asli umumnya menggunakan layanan resmi seperti “weddingku.com”, “thewedding.id”, atau domain milik pasangan. Selain itu, undangan asli biasanya tidak memerlukan login untuk membuka isinya, apalagi meminta data pribadi.

Perangkat lunak keamanan seperti antivirus dan anti-malware yang terpasang dan selalu diperbarui juga dapat membantu mendeteksi dan memblokir situs berbahaya. Pastikan juga pengaturan browser Anda mampu memperingatkan saat membuka situs tidak aman atau mencurigakan. Untuk pengguna Android, nonaktifkan opsi menginstal aplikasi dari sumber tak dikenal, agar file APK berbahaya tidak bisa masuk tanpa izin.

Jika Anda terlanjur mengklik link mencurigakan dan mengisi informasi login, segera ubah kata sandi semua akun penting dan aktifkan autentikasi dua faktor. Laporkan insiden ke penyedia layanan terkait dan, bila perlu, buat laporan ke polisi siber agar pelaku bisa ditindak.

Penipuan dengan kedok undangan pernikahan digital adalah contoh bagaimana kreativitas pelaku kejahatan siber semakin berkembang. Oleh karena itu, kewaspadaan dan literasi digital menjadi benteng utama untuk melindungi diri dan orang terdekat dari ancaman yang terus berubah bentuk.

Example 1800x450

Komentar

Satresnarkoba Polres Pangandaran Ungkap Peredaran Pil Ekstasi Logo Superman di Wilayah Pangandaran
Berita

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pangandaran Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis pil ekstasi berlogo Superman di wilayah Kabupaten Pangandaran