Penipuan dengan modus refund fiktif semakin marak terjadi, dengan penipu memanfaatkan nama toko online ternama sebagai kedok untuk menipu calon korban. Modus ini memanfaatkan ketidaktahuan atau kelalaian pembeli yang sedang menunggu pengembalian dana dari transaksi online.
Biasanya, penipu mengirimkan pesan atau email yang mengaku berasal dari layanan pelanggan toko online terkenal. Pesan tersebut berisi pemberitahuan bahwa refund atau pengembalian dana atas pembelian sudah diproses dan mengarahkan korban untuk mengklik tautan tertentu guna menerima dana tersebut.
Tautan yang diberikan ternyata adalah situs palsu yang dirancang menyerupai halaman resmi toko online. Situs ini meminta korban untuk memasukkan data pribadi, nomor rekening, atau bahkan nomor kartu kredit dengan alasan proses pengembalian dana.
Setelah data dimasukkan, penipu akan memanfaatkan informasi tersebut untuk melakukan transaksi tidak sah atau mencuri identitas korban. Dalam kasus lain, korban diarahkan untuk melakukan pembayaran “biaya administrasi” agar refund dapat diproses, padahal ini hanyalah tipuan semata.
Penipu juga dapat mengirim pesan lewat aplikasi chat yang mengatasnamakan customer service resmi toko online, sehingga korban merasa percaya dan tidak curiga. Metode ini semakin efektif karena toko online memang sering melakukan refund sebagai bagian layanan pelanggan.
Penting untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap komunikasi yang mengaku dari toko online. Cek alamat email pengirim, pastikan situs tujuan memiliki domain resmi, dan jangan mudah klik tautan dari pesan yang tidak jelas asal-usulnya.
Untuk menerima refund, biasanya toko online menyediakan prosedur resmi melalui akun pembeli di platform tersebut. Hindari mengikuti instruksi refund yang datang dari nomor telepon atau alamat email tidak resmi.
Jika meragukan pesan refund, segera hubungi layanan pelanggan resmi toko online melalui kanal komunikasi yang sudah diketahui dan terpercaya. Jangan memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Kesadaran dan kewaspadaan menjadi kunci utama agar tidak menjadi korban modus refund fiktif yang semakin canggih dan menipu. Selalu utamakan keamanan data dan pastikan proses refund dilakukan melalui jalur resmi.








