Example floating
Example floating
Example 1600x495
Sosial dan UmumSPKT

Teror Telepon Tengah Malam, Modus Baru Penipuan Emosional

605
×

Teror Telepon Tengah Malam, Modus Baru Penipuan Emosional

Sebarkan artikel ini

Penipuan tidak lagi hanya terjadi dalam jam kerja atau siang hari. Kini, para pelaku kejahatan digital mulai memanfaatkan waktu malam hari, bahkan dini hari, untuk menjalankan aksinya. Salah satu modus yang semakin sering dilaporkan masyarakat adalah teror telepon tengah malam yang disusun sedemikian rupa agar memicu kepanikan dan membuat korban melakukan apa yang diminta tanpa berpikir panjang.

Biasanya, korban menerima telepon dari nomor tidak dikenal sekitar pukul 11 malam hingga 3 pagi—waktu ketika mayoritas orang sudah tertidur dan tidak berada dalam kondisi sadar penuh. Saat telepon diangkat, suara di ujung sana langsung terdengar panik dan mendesak. Dalam beberapa kasus, pelaku mengaku sebagai polisi, petugas rumah sakit, atau teman anak korban yang mengabarkan bahwa anaknya mengalami kecelakaan, ditangkap, atau menjadi korban kejahatan.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Dalam kondisi setengah sadar, korban sering kali langsung panik. Tidak jarang pelaku menyebut nama anak atau saudara korban, yang mungkin mereka dapat dari media sosial, grup WhatsApp, atau hasil rekayasa data. Situasi itu diperparah dengan narasi emosional dan tekanan waktu, seperti: “Kami butuh uang jaminan sekarang,” atau “Kalau tidak segera ditransfer, anak Anda tidak bisa ditolong.”

Skenario ini dirancang untuk menghancurkan logika dalam waktu singkat. Karena dihubungi saat lelah atau baru bangun tidur, korban tidak sempat berpikir rasional, apalagi melakukan verifikasi. Rasa takut dan cinta terhadap keluarga menjadi senjata utama pelaku dalam menggiring korban untuk segera mengirimkan uang atau memberikan data pribadi sensitif.

Tak sedikit korban yang akhirnya mentransfer sejumlah uang ke rekening yang diberikan pelaku hanya dalam hitungan menit. Ketika pagi tiba dan mereka mencoba menghubungi kembali nomor tersebut atau memastikan keadaan anggota keluarga, barulah mereka sadar telah tertipu. Sayangnya, jejak pelaku sudah hilang, dan uang yang dikirim pun sulit dilacak.

Modus ini disebut sebagai penipuan emosional berbasis waktu, karena pelaku sengaja memanfaatkan kondisi psikis korban yang sedang rapuh: antara tidur dan terbangun, antara logika dan naluri. Mereka tahu bahwa malam hari adalah momen di mana manusia paling defensif terhadap ancaman yang berkaitan dengan keluarga.

Untuk mencegah menjadi korban dari teror semacam ini, masyarakat perlu memahami bahwa tidak ada instansi resmi yang akan meminta transfer uang lewat telepon malam-malam. Rumah sakit dan aparat penegak hukum memiliki prosedur tetap yang mengutamakan kedatangan langsung, bukan sekadar panggilan suara mendadak.

Langkah sederhana seperti tidak mengangkat telepon dari nomor tak dikenal di malam hari, mengaktifkan mode “jangan ganggu,” atau menyimpan nomor-nomor penting keluarga dan instansi resmi bisa menjadi cara untuk meredam risiko. Jika terpaksa mengangkat telepon, pastikan untuk tidak memberikan data apa pun, dan tanyakan identitas si penelepon dengan detail, lalu segera hubungi pihak keluarga secara langsung.

Selain itu, penting untuk melatih diri dan anggota keluarga agar tetap tenang dalam situasi mendadak. Simulasi sederhana atau edukasi melalui grup keluarga bisa membuat anggota rumah tangga lebih waspada dan tidak mudah terpancing emosi.

Teknologi yang berkembang harus diimbangi dengan literasi digital dan ketahanan emosional. Jangan biarkan waktu istirahat Anda menjadi pintu masuk kejahatan. Karena di era sekarang, satu panggilan bisa menjadi awal dari kehilangan besar—bukan hanya uang, tetapi juga rasa aman dan kepercayaan.

Example 1800x450

Komentar

Satresnarkoba Polres Pangandaran Ungkap Peredaran Pil Ekstasi Logo Superman di Wilayah Pangandaran
Berita

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pangandaran Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis pil ekstasi berlogo Superman di wilayah Kabupaten Pangandaran