Example floating
Example floating
Example 728x250
Sosial dan UmumSPKT

Waspada Tawaran “Beli Properti Tanpa DP” yang Menyesatkan

62
×

Waspada Tawaran “Beli Properti Tanpa DP” yang Menyesatkan

Sebarkan artikel ini

Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak orang, terutama bagi generasi muda dan keluarga baru. Di tengah harga properti yang terus melambung, tawaran membeli rumah tanpa uang muka (Down Payment/DP) terdengar sangat menggoda. Banyak iklan dan promosi yang menyebutkan bisa “punya rumah tanpa DP, proses cepat, langsung akad”. Namun di balik janji manis itu, tersembunyi modul penipuan dan praktik menyesatkan yang sangat berbahaya.

Modus “beli properti tanpa DP” sebenarnya tidak sepenuhnya ilegal, karena beberapa pengembang besar memang memiliki skema kerja sama khusus dengan perbankan. Tapi yang berbahaya adalah oknum penjual atau pengembang fiktif yang menggunakan janji tersebut sebagai umpan untuk menjaring korban. Dalam banyak kasus, konsumen dipancing dengan brosur menarik, harga di bawah pasar, dan fasilitas kredit yang katanya bisa diatur tanpa syarat berat. Setelah tertarik, korban diminta membayar “biaya administrasi” atau “booking fee” dalam jumlah besar yang disebut akan dikembalikan bila proses gagal. Namun faktanya, setelah dana disetor, proses mandek dan pelaku menghilang.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Ada juga kasus di mana pelaku berpura-pura menjadi agen properti dari developer besar. Mereka menggunakan logo, foto proyek, bahkan dokumen palsu untuk meyakinkan korban. Tanpa proses verifikasi yang jelas, korban menandatangani surat pemesanan atau perjanjian jual beli yang ternyata tidak sah secara hukum. Uang sudah masuk, tapi rumah tidak pernah dibangun atau bahkan tanahnya tidak ada. Dalam situasi seperti ini, korban sulit mendapatkan keadilan karena tidak ada badan hukum yang bisa dimintai pertanggungjawaban.

Modus lainnya lebih licik: pelaku tetap menunjukkan rumah contoh, bahkan membawa calon pembeli berkeliling ke lokasi proyek. Namun semua itu hanyalah bagian dari rekayasa pemasaran. Setelah korban membayar sejumlah uang, proses kredit tak pernah diajukan, dokumen tidak lengkap, dan semua janji “tanpa DP” berubah menjadi skema cicilan bertahap yang memberatkan. Korban yang merasa sudah terlanjur membayar akhirnya terjebak dalam perjanjian sepihak yang merugikan.

Bahaya utama dari penipuan berkedok “tanpa DP” ini adalah kerugian finansial yang besar dan dampak psikologis bagi korban. Tidak sedikit orang yang telah mengumpulkan tabungan bertahun-tahun demi memiliki rumah, harus kehilangan semuanya hanya karena tergiur janji kemudahan. Rasa kecewa, malu, dan trauma kerap menghantui mereka, terlebih jika proses hukum tidak membuahkan hasil.

Ciri-ciri tawaran yang mencurigakan antara lain: harga terlalu murah dibanding pasar, janji bisa langsung akad tanpa BI Checking, tidak ada keterlibatan bank atau notaris resmi, serta pembayaran langsung ke rekening pribadi atau bukan atas nama perusahaan. Waspadalah juga jika penjual terlalu mendesak keputusan cepat atau memberikan diskon besar hanya jika membayar saat itu juga.

Untuk melindungi diri dari modus ini, masyarakat harus memahami bahwa pembelian properti adalah proses hukum yang kompleks dan harus melalui jalur yang sah. Jangan tergiur hanya karena janji “tanpa DP”. Lakukan pengecekan terhadap developer, cek status tanah dan IMB, pastikan dokumen diperiksa notaris, dan gunakan perantara bank terpercaya jika melalui skema KPR. Selalu minta bukti resmi atas setiap transaksi, dan jangan ragu menolak jika ada yang terasa janggal.

Pemerintah dan lembaga perlindungan konsumen juga perlu aktif mengawasi promosi properti di media digital, serta memberikan edukasi luas agar masyarakat tidak mudah terperangkap oleh penawaran menyesatkan. Program perumahan yang benar-benar pro-rakyat harus diimbangi dengan transparansi dan perlindungan hukum yang tegas terhadap praktik penipuan.

Rumah adalah aset besar yang melibatkan investasi jangka panjang. Oleh karena itu, proses memilikinya harus dilalui dengan akal sehat, logika, dan kewaspadaan penuh. Jangan korbankan masa depan hanya karena tergoda janji manis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Example 468x60

Komentar