Pangandaran – Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir terus digencarkan oleh Satpolairud Polres Pangandaran melalui semangat sauyunan jaga lembur. Bersama kalangan akademisi, Polairud Pangandaran mendorong pelestarian ekosistem mangrove sebagai langkah nyata mewujudkan harmoni antara manusia dan alam.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi riset yang melibatkan Kasat Polairud Polres Pangandaran dengan Prof. Mohammad Taufiq Rahman, Ph.D, yang secara langsung melakukan pengamatan dan kajian terhadap kondisi mangrove di wilayah pesisir Pangandaran. Fokus penelitian meliputi kesehatan ekosistem, tingkat pertumbuhan, serta peran mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Kasat Polairud Polres Pangandaran menyampaikan bahwa keterlibatan akademisi menjadi langkah strategis dalam memperkuat program pelestarian berbasis data ilmiah. Menurutnya, mangrove memiliki fungsi vital sebagai pelindung alami pantai dari abrasi serta sebagai habitat berbagai biota laut.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Pelestarian mangrove tidak hanya penting bagi alam, tetapi juga berdampak langsung pada keberlangsungan hidup masyarakat pesisir,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Taufiq Rahman menegaskan bahwa mangrove memiliki peran besar dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuannya menyerap karbon. Ia juga menilai sinergi antara institusi kepolisian dan akademisi merupakan langkah positif dalam menghadirkan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan di daerah.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove. Dengan semangat sauyunan, Polairud Pangandaran berkomitmen untuk terus berperan aktif tidak hanya dalam menjaga keamanan perairan, tetapi juga sebagai penggerak pelestarian lingkungan demi terciptanya harmoni alam yang berkelanjutan.

















