Pangandaran – Dalam rangka mendukung program pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan, Bhabinkamtibmas Desa Wonoharjo Polsek Pangandaran, Briptu Wili Prasetia, menghadiri kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) dalam agenda pembahasan dan penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 serta Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DURKP) Tahun 2028. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 17 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, bertempat di Aula Kantor Desa Wonoharjo, Dusun Wonoharjo RT 002 RW 008, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan Musdes ini merupakan forum penting dalam proses perencanaan pembangunan desa, di mana seluruh unsur pemerintahan desa dan masyarakat dilibatkan secara aktif guna menyerap aspirasi, kebutuhan, serta usulan pembangunan yang akan menjadi prioritas di tahun mendatang. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasi Pemerintahan Kecamatan Pangandaran, Kepala Desa Wonoharjo, Ketua BPD, Babinsa Desa Wonoharjo Peltu Caryanto, Bhabinkamtibmas Desa Wonoharjo Briptu Wili Prasetia, para Ketua RW dan RT se-Desa Wonoharjo, pengurus PKK, bidan posyandu, serta unsur masyarakat lainnya.
Dalam suasana musyawarah yang berlangsung tertib, aman, dan penuh kekeluargaan, berbagai usulan dan masukan dari masyarakat disampaikan secara terbuka, mencakup bidang pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, peningkatan pelayanan kesehatan, serta program sosial kemasyarakatan lainnya. Hal ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan Desa Wonoharjo.
Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Briptu Wili Prasetia turut memberikan penyampaian terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan desa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap situasi lingkungan sekitar, serta memperkuat komunikasi dan koordinasi antarwarga guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.
Selain itu, dalam rangka mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau, Bhabinkamtibmas juga memberikan himbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apapun, termasuk membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam mencegah terjadinya karhutla. Kami mengimbau agar masyarakat tidak membakar lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau kejadian mencurigakan kepada pihak kepolisian,” ujar Briptu Wili Prasetia dalam penyampaiannya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata sinergitas TNI-Polri dalam mendukung program pemerintah desa serta menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kehadiran aparat di tengah-tengah masyarakat memberikan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Dengan terlaksananya kegiatan Musyawarah Desa ini, diharapkan seluruh hasil pembahasan dan kesepakatan yang telah ditetapkan dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembangunan Desa Wonoharjo ke depan. Selain itu, melalui kegiatan ini juga diharapkan terciptanya lingkungan yang aman, tertib, serta terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
Polsek Pangandaran akan terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat dalam setiap kegiatan, guna memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Pangandaran.

















