PANGANDARAN – Mengantisipasi dinamika kerawanan di tengah puncak aktivitas masyarakat, Sat Samapta Polres Pangandaran menggelar patroli dialogis siang hari dengan metode sambang humanis. Personel menyisir area publik yang padat aktivitas, seperti terminal, pangkalan ojek, serta pertokoan, guna memastikan roda perekonomian warga berjalan tanpa adanya gangguan premanisme maupun pungutan liar.
Petugas di lapangan secara aktif berinteraksi dengan komunitas lokal, juru parkir, dan perwakilan ojek kamtibmas untuk mendengarkan langsung keluhan serta masukan terkait situasi keamanan lingkungan. Komunikasi dua arah ini sengaja dibangun agar kepolisian dapat melakukan pemetaan kerawanan secara instan, sekaligus memberikan solusi preventif terhadap potensi gesekan sosial di area parkir dan pasar.
Kasat Samapta Polres Pangandaran menyampaikan bahwa patroli siang hari ini difokuskan pada kehadiran polisi yang mencolok (blue light patrol versi siang) untuk memberikan efek jera (deterrent effect) bagi pelaku kriminalitas jalanan. Kehadiran petugas di tengah terik matahari ini juga bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak teledor, seperti meninggalkan kunci motor tergantung atau memakai perhiasan mencolok saat berbelanja.
Melalui giat rutin yang ditingkatkan ini, Polres Pangandaran berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas kamtibmas yang aman di wilayah hukumnya. Sinergitas yang kuat antara imbauan humanis petugas dan kewaspadaan mandiri dari warga diharapkan mampu meminimalisir segala bentuk potensi tindak pidana, sehingga kenyamanan publik tetap terjaga sepenuhnya.

















