PANGANDARAN – Menghadapi tantangan kamtibmas yang dinamis, Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Pangandaran meluncurkan strategi jitu guna menyapu bersih segala bentuk kriminalitas jalanan. Tidak lagi menggunakan pola konvensional, pihak kepolisian kini mengedepankan pendekatan humanis lewat patroli dialogis berskala intensif guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan seperti begal, premanisme, hingga aksi balap liar di titik-titik rawan wilayah Pangandaran.
Langkah taktis ini berfokus pada interaksi langsung antara personel kepolisian dan elemen masyarakat di lapangan pada jam-jam rawan malam hingga dini hari. Petugas menyambangi pemukiman warga, pusat aktivitas ekonomi, pos ronda, hingga kawasan objek wisata pantai. Pola komunikasi dua arah ini sengaja dibangun agar kepolisian bisa mendapatkan informasi riil mengenai potensi gangguan keamanan langsung dari tangan pertama, sekaligus memetakan wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.
Kapolres Pangandaran melalui Kasat Samapta mengungkapkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan sekadar untuk menakuti pelaku kejahatan, melainkan untuk membangun sistem pencegahan dini yang kuat. Melalui patroli dialogis ini, petugas secara aktif memberikan edukasi terkait kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pentingnya penggunaan kunci ganda, serta mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan jalur komunikasi cepat call center kepolisian jika menemukan hal yang mencurigakan.
Strategi ini terbukti ampuh dalam menciptakan efek gentar (deterrent effect) bagi para pelaku kriminal sekaligus menumbuhkan rasa aman yang tinggi di kalangan warga dan wisatawan. Berkat konsistensi patroli dialogis yang digelar hingga menjelang subuh tersebut, situasi kamtibmas di seluruh wilayah hukum Polres Pangandaran berhasil dijaga dalam kondisi yang aman, tertib, dan kondusif. Pihak Polres Pangandaran menegaskan akan terus mempertahankan strategi ini demi menjaga stabilitas keamanan wilayah secara berkelanjutan.

















