Example floating
Example floating
Example 1600x495
Sosial dan UmumSPKT

Modus Penipuan Berkedok Kurir Barang Hilang

1247
×

Modus Penipuan Berkedok Kurir Barang Hilang

Sebarkan artikel ini

Penipuan berkedok kurir barang hilang kini semakin marak terjadi, khususnya di kalangan pengguna layanan pengiriman paket. Modus ini memanfaatkan ketidaktahuan dan kekhawatiran korban ketika barang yang dikirim tiba-tiba tidak sampai tujuan.

Pelaku biasanya menghubungi korban mengaku sebagai kurir dari perusahaan pengiriman resmi. Mereka menginformasikan bahwa paket yang dikirim hilang atau tertahan dan memerlukan biaya tambahan agar barang bisa diteruskan atau dikembalikan.

CALL CENTER
Example 300x600
Kapolres Pangandaran

Dalam beberapa kasus, pelaku meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang sebagai biaya administrasi atau ongkos kirim ulang. Jika korban menolak, pelaku akan memberikan tekanan agar korban segera membayar agar barang tidak hilang selamanya.

Modus ini cukup efektif karena korban biasanya sudah cemas dan ingin barangnya segera sampai. Pelaku memanfaatkan emosi korban untuk mempercepat proses penipuan tanpa memberikan waktu untuk berpikir jernih.

Selain meminta uang, pelaku juga bisa meminta data pribadi seperti nomor rekening bank atau nomor identitas korban, yang kemudian dapat disalahgunakan untuk tindak kriminal lain.

Perusahaan pengiriman resmi tidak pernah meminta biaya tambahan melalui telepon atau pesan singkat tanpa prosedur resmi. Semua biaya biasanya diinformasikan melalui nota atau aplikasi resmi.

Jika kamu menerima informasi tentang paket hilang dari kurir, pastikan untuk menghubungi langsung layanan pelanggan resmi perusahaan pengiriman tersebut untuk verifikasi.

Jangan mudah tergoda atau panik dengan informasi yang diberikan melalui telepon atau pesan dari nomor yang tidak dikenal. Selalu cek kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan.

Waspadai juga jika pelaku mengirimkan tautan mencurigakan atau meminta akses ke data pribadi. Ini bisa menjadi jalan masuk untuk penipuan lebih lanjut.

Dengan kewaspadaan dan pengecekan yang teliti, kamu bisa terhindar dari penipuan berkedok kurir barang hilang dan menjaga keamanan uang serta data pribadi.

Example 1800x450

Komentar

Dua Pemuda Terluka Akibat Ledakan Petasan di Mangunjaya, Polisi Datangi TKP PANGANDARAN – Sebuah ledakan yang diduga berasal dari petasan terjadi di Dusun Babakan RT 007 RW 002, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Akibat kejadian tersebut, dua orang pemuda mengalami luka berat. Kapolsek Padaherang AKP Abdurahman bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Dua korban yang mengalami luka berat diketahui berinisial A.S. (22), warga Dusun Babakan Desa Sindangjaya, dan H.R.A. (19), warga Dusun Babakan RT 004 RW 002 Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya. Berdasarkan keterangan saksi I.M. (65), peristiwa bermula saat dirinya mendengar suara ledakan dari arah rumah korban sebanyak tiga kali. Mendengar suara tersebut, saksi kemudian mendatangi sumber suara dan menemukan korban A.S. dalam keadaan tergeletak di dapur rumah, sementara korban H.R.A. berada di bagian belakang rumah. Di lokasi kejadian juga ditemukan ceceran kertas yang diduga merupakan sisa petasan. Diduga kuat ledakan tersebut berasal dari petasan yang dibuat oleh korban A.S. Kedua korban kemudian segera dievakuasi ke Puskesmas Mangunjaya untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan keterangan tenaga medis, korban A.S. harus dirujuk ke RSOP Ciamis untuk penanganan lebih lanjut. Kapolsek Padaherang AKP Abdurahman mengatakan pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya menerima laporan, mendatangi TKP, mendata korban dan saksi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa ledakan tersebut.
Berita

Dua korban yang mengalami luka berat diketahui berinisial A.S. (22), warga Dusun Babakan Desa Sindangjaya, dan H.R.A. (19), warga Dusun Babakan RT 004 RW 002 Desa Sindangjaya Kecamatan Mangunjaya.