Pangandaran, 28 Mei 2025 – Fenomena pencurian di rumah kosong kerap terjadi, terutama saat pemilik meninggalkan hunian untuk waktu yang lama, seperti liburan atau perjalanan dinas. Para pelaku kejahatan memanfaatkan kelengahan dan kurangnya sistem keamanan yang memadai. Oleh karena itu, tips meningkatkan keamanan hunian sangat diperlukan untuk melindungi aset dan memberikan rasa tenang bagi pemilik rumah.
Modus pencurian ini cukup bervariasi. Pelaku sering kali mengintai terlebih dahulu untuk memastikan rumah benar-benar kosong, lalu masuk dengan cara merusak kunci, mencongkel jendela, atau membobol pintu belakang. Barang-barang berharga seperti perhiasan, uang tunai, dan perangkat elektronik kerap menjadi target utama. Rumah yang terlihat gelap dan tidak ada aktivitas dalam waktu lama lebih rentan dijadikan sasaran oleh para pencuri.
Untuk meminimalisir risiko pencurian di rumah kosong, beberapa langkah proaktif dapat diambil. Pertama, pasang sistem keamanan yang efektif, seperti alarm, kamera CCTV, atau kunci tambahan yang kuat. Kedua, libatkan tetangga atau ketua RT/RW untuk membantu mengawasi rumah Anda selama Anda pergi. Ketiga, jangan memposting status liburan di media sosial yang memberi tahu bahwa rumah Anda kosong. Keempat, gunakan timer otomatis untuk lampu di dalam rumah agar terkesan ada aktivitas.
Meningkatkan keamanan hunian bukan hanya tugas pemilik rumah, melainkan juga membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar. Laporan cepat mengenai aktivitas mencurigakan dapat membantu mencegah tindak kejahatan. Dengan pemahaman yang baik tentang risiko pencurian dan penerapan tips keamanan yang konsisten, setiap rumah dapat terlindungi lebih optimal. Aset dan ketenangan penghuni harus menjadi prioritas utama dalam menciptakan lingkungan yang aman.












